Custom Search

Minggu, 28 September 2008

MAKANAN ALAMI UDANG

MAKANAN ALAMI

Makanan alami merupakan kebutuhan yang mutlak perlu pengadaannya untuk pakan larva udang. Walaupun banyakjenis plankton yang dapat digunakan sebagai makanan larva udang, namun untuk makanan alami yang baik hams memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:
- Mempunyai bentuk dan ukuran yang sesuai dengan mulut larva udang
- Kandungan gizinya tinggi

- Isi selnya padat dan mempunyai dinding sel yang tipis, sehingga mudah diserap
- Cepat berkembang biak dan memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap perubahan faktor lingkungan
- Tidak mengeluarkan senyawa beracun
- Pergerakannya tidak terlalu aktif, sehingga mudah ditangkap oleh larva udang.
Untuk menjaga ketersediaan makanan alami untuk larva udang, maka perlu dilakukan kultur makanan alami yang berkualitas dan kuantitas yang optimal. Beberapa jenis plankton yang sering digunakan untuk makanan udang adalah Skeletonema costatum, Tetraselmis chilii, Chaetoceros calcitrans, Brachionus plicatilis dan Artemia sp.

A. TEKNIK KULTUR PLANKTON
1. Kultur Murni
Cara ini dilakukan dalam media agar untuk mendapatkan satu species plankton. Biasanya media agar dipupuk dengan pupuk yang sesuai dengan plankton yang diinginkan. Peralatan yang dibutuhkan, antara lain, petridish, jarum ose/mikropipet, erienmeyer, pipet, tabung reaksi dan mikroskop. Seluruh peralatan dan media kultur kecuali mikroskop, sebelum digunakan harus disterilkan dalam autoclave (temperatur 100°C, tekanan 1 Atmosfir selama 10 menit).
Larutan agar yang telah dipupuk, dituangkan ke dalam petridish, biarkan beberapa saat sampai menjadi padat. Ambillah contoh air plankton dengan jarum ose/mikropipet dan oleskan ke permukaan media agar, kemudian ditutup dan disimpan pada suhu kamar. Beberapa hari kemudian permukaan agar tersebut telah ditumbuhi koloni-koloni plankton contoh. Dengan menggunakan mikroskop, masing-masing koloni diamati dan dicari koloni plankton yang dikehendaki. Apabila sudah didapatkan, maka dapat dikembangkan dalam tabung reaksi dan digunakan sebagai bibit. Apabila koloni yang diamati masih tercampur dengan jenis yang lain, maka inokulasi tersebut harus diulangi sampai mendapatkan koloni yang murni. Koloni murni ini diinkubasikan dalam ruangan yang ber-AC untuk menjaga kestabilan suhu antara 25 - 27°C.

Kestabilan suhu antara 25° - 27°C




Gambar 1. teknik kultur alami
sumber : Ir. Sri Umiyati Sumeru
Dra. Suzy Anna


komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers