Custom Search

Jumat, 20 Maret 2009

merumput laut di air keruh

merumput laut di air keruh

Kondisi perairan yang ekstrim sekalipun masih bisa menghasilkan rumput laut

Poncol tampak keruh. Seberapa sampah terlihat mengapung di permukaan perairan yang kecoklatan itu. Tak jarang, gelombang Laut Jawa menerjang wilayah perairan yang berada di bagian paling barat Pantai Kartini, Jepara tersebut. Tapi jangan salah, dari kondisi lingkungan serba terbatas itu masih bisa dihasilkan rumput laut yang bahkan menjadi cikal bakal budidaya rumput laut di perairan sekitarnya.


Di tempat tersebut Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara pada Oktober - November 2008, menanam 100 kg rumput laut koloni (Eucheuma cottonii) dengan metode long line selama 30 hari. Dari gawe ini berhasil dipanen sebanyak 700 kg bibit rumput laut. Bibit rumput laut itu selanjutnya ditanam lagi di perairan Pulau Panjang, Jepara sebanyak 500 kg dan sisanya tetap ditanam di Poncol.


Penanaman di Pulau Panjang, meski salinitasnya berada pada kisaran 20 - 30 ppt dan arusnya kuat tapi setelah 30 hari bisa menghasilkan rumput laut koloni sekitar 5 ribu kg. Sedangkan di Poncol, kondisinya lebih ekstrim lagi: salinitas mencapai 5 - 15 ppt. Walau demikian, masih bisa menghasilkan. Bahkan selama musim hujan dan gelombang besar hingga bulan Januari 2009, kondisi rumput laut masih bertahan dan kuat dengan hasil pertumbuhan dari 200 kg menjadi sekitar 500 kg.


Kebun Bibit di Jepara
Itulah hasil jerih payah tiro BBPBAP Jepara dalam mengembangkan
budidaya rumput laut. Sebagaimana kerap didengungkan pemerintah, rumput laut menjadi salah satu harapan utama mengatasi krisis ekonomi yang selama beberapa tahun terakhir kian menjerumuskan nelayan, petambak dan masyarakat pesisir dalam jurang kemiskinan.


Selain murah, pengembangan budidaya komoditas ini juga tidak rumit sehingga bisa dilakukan masyarakat umum. "Budidaya rumput laut bisa menjadi jalan
keluar bagi nelayan dan masyarakat pesisir dalam mengatasi krisis ekonomi." kata Kepala BBPBAP Jepara, Sudjiharno kepada TROBOS beberapa waktu lalu.

Tak heran jika selama beberapa tahun terakhir, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) gencar menggalakkan budidaya rumput laut di tanah air. Terkait hal itu DKP menugaskan beberapa UPT (unit pelaksana teknis) di daerah untuk mengembangkan budidaya rumput laut di wilayahnya, salah satunya adalah BBPBAP Jepara yang bertugas mengembangkan rumput laut di Jateng.

Karena itu, BBPBAP Jepara mulai mengembangkan rumput laut termasuk dalam hal penyediaan kebun bibitnya. Jenisnya adalah Gracilara (grasilaria) yang biasa hidup di tambak dari Eucheuma cottonii (kotoni) yang berdomisili di laut.

Dari sini kemudian dipilih beberapa titik yang akan menjadi lokasi kebun bibit rumput laut. Untuk grasilaria berada di wilayah Mangkang, Kendal dan Brebes.

Sedangkan untuk kotoni berada di Kendal dan Jepara. Dalam hal ini BBPBAP Jepara telah melakukan pengembangan rumput laut kotoni di Weleri - Kendal dan Jepara yang meliputi beberapa wilayah yaitu Desa Bandengan, Desa Semat, Desa Bulu - Poncol. Desa Sekuro dan Pulau Panjang.

sumber : Trobos, 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets