Custom Search

Rabu, 04 Februari 2009

Budidaya Ikan Hias : Molly (Poecilia sphenops)


Molly


Molly (Poecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar.





Di habitat aslinya, molly menghendaki suhu perairan 25 - 28° C dengan pH 8 dan kekerasan sekitar 14-20° dH. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Hanya saja jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi.


Membedakan jantan dan betina ikan molly ini sangat mudah. Dibanding jantan, betina biasanya lebih gemuk. Sirip punggung jantannya lebih panjang dan lebar serta tubuhnya lebih kecil dan langsing dibanding betina.


Memijahkan molly hampir sama dengan guppy. Hanya saja hasilnya akan lebih bagus bila kondisi airnya agak keras. Untuk itu, penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per tiga liter air akan membantu memperbanyak produksi anakan molly. Selain itu, kecukupan sinar matahari merupakan syarat agar berhasil membudidayakan molly. Molly akan menjadi induk setelah berumur lima bulan. Ukuran jualnya sekitar 2,5-3,0 cm yang dapat dicapai dalam waktu 3-4 bulan.


sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006


Budidaya Ikan Hias : Guppy (Poecilia reticulata)


Guppy
Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang bersifat omnivore ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28° C dengan pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20° dH. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6 cm.
Sirip-sirip ikan ini berwarna-warni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip kipas, membulat, ataupun melebar. Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar dan berwarna kontras.




Perkembangbiakan guppy tidak sulit asalkan airnya bersih dan tidak terlalu padat. Pada air yang kekerasannya kurang, guppy masih bisa berkembangbiak. Namun, agar kualitas ikan lebih bagus, baik warna maupun bentuk ekor, sebaiknya kualitas airnya sesuai dengan persyaratan hidupnya.

Untuk membedakan induk betina dan jantan tidak sulit. Warna tubuh jantan jauh lebih bagus dibanding betina. Sirip-sirip pada jantan lebih panjang dan lebih lebar. Pemijahan ini dilakukan secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Dalam wadah diberi tanaman air seperti hidrilla (ganggang) sebagai tempat persembunyian anak ikan. Anak ikan dapat diambil setiap pagi bila tampak banyak.


Menurut para pakar, dalam sekali berhubungan, sperma induk jantan dapat bertahan dalam tubuh induk betina hingga enam bulan. Ini berarti selama enam bulan induk betina masih dapat melahirkan anak walaupun tidak dikawini induk jantan.

Pakan terbaik untuk guppy adalah pakan alami walaupun dapat juga diberi sedikit pakan pelet. Oleh karena yang laku di pasaran adalah jantan maka pemeliharaannya sebaiknya dipisahkan antera jantan dan betina sejak berumur 3-4 minggu. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pemeliharaan. Betina yang dipelihara cukup dipilih yang kondisinya baik untuk dijadikan calon induk. Sementara betina lainnya dapat digunakan sebagai pakan ikan hias lain seperti Oskar. Untuk membedakan jantan dari betina dapat dilihat dari sirip yang lebih panjang dan warna yang lebih tajam atau cerah adalah jantan.


Saat ini sudah ada teknologi jantanisasi, yaitu semua anakan menjadi jantan. Teknik ini menggunakan hormon metil testosteron yang memang efektif. Hanya saja jantan hasil perlakuan hormon ini tidak sanggup memberikan sperma atau membuahi betina. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini pun harus diikuti dengan manajemen induk yang baik agar tidak kehabisan induk betina dan jantan produktif. Ukuran jual ikan mulai dari 2,0 cm yang sudah bisa dicapai pada umur 3,5 bulan.

sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006

budidaya ikan yang telurnya berhubungan langsung dengan induk

ikan yang telurnya berhubungan terus dengan induknya ini dibagi
dalam dua kelompok, yaitu ikan beranak yang keturunannya
keluar dari induk sudah berupa larva (livebearer) dan ikan yang mengerami telur maupun melindungi larvanya dalam mulut (mouth-breeder). Ikan livebearer misalnya guppy, molly, dan platy serta ikan mouthbreeder seperti jenis ikan siklid dari Afrika.

A. Ikan yang Beranak
Pada kelompok ikan ini telurnya berkembang di dalam tubuh induknya dan keluar sebagai anak ikan. Sperma jantannya dapat tersimpan tiga bulan atau lebih dalam tubuh betina sehingga terkadang ikan masih dapat beranak walaupun tanpa jantan.

Induk jantan dan betina yang sudah cukup umur (sekitar lima bulan) dapat dipijahkan. Induk jantan berbeda dengan induk betina dilihat dari tubuhnya. Tubuh jantan lebih langsing, sedangkan siripnya biasanya lebih panjang dan lebar. Warna tubuhnya pun lebih cerah.


Pemijahan umumnya dilakukan secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 4-6. Konon, setiap induk jantan dapat membuahi delapan induk betina. Sperma jantan dapat hidup dan tinggal di tubuh betina sampai beberapa bulan.

Anakan ikan yang baru dilahirkan biasanya berkumpul di tanaman air. Sebaiknya anakan ikan ini diambil setiap pagi untuk dipelihara dalam bak atau kolam. Pakannya dapat berupa kutu air ataupun pelet halus. Sementara induknya dapat diberi pakan cacing sutera, kutu air besar, maupun jentik nyamuk.

Induk harus diberi cukup pakan agar tidak memakan anaknya.
Benih dapat dijarangkan dan disortasi atau diseleksi setelah berumur 3-5 minggu. Penggantian air dilakukan secara rutin sebanyak 20-40% volume air media. Bila pakannya cukup, dalam waktu empat bulan ikan sudah menjadi dewasa. Pakan untuk pembesaran dapat berupa cacing sutera maupun pelet. Seleksi ukuran maupun jenis kelamin terutama dilakukan pada guppy.

Biasanya jantan dan betina yang dipelihara terpisah akan lebih cepat besar.

sumber : Darti S.L dan iwan D. Penebar Swadaya, 2006

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers