Custom Search

Senin, 01 Februari 2010

ikan lele yang siap untuk dipanen



ikan lele yang siap untuk dipanen

ikan lele ini berukuran 7-10 ekor per kg, ikan lele ini siap untuk dipanen dan dipasarkan, lele yang berukuran seperti ini merupakan lele yang siap dikonsumsi oleh kita sebagai teman nasi.

ikan lele ini cocok dijadikan sebagai pecel lele. bila ukuran lele yang terlalu besar tidak cocok untuk dikonsumsi dan umunya orang tidak menyukai makan lele yang berkuran dewasa.

kelebihan dari berbudidaya ikan lele ini adalah dapat dibudidayakan pada areal yang minim sumber air, karena ikan lele tidak perlu membutuhkan air yang mengalir deras, cukup dengan debit air yang kecil. kita tidak perlu khawatir dengan kekurangannya oksigen dalam kolam, meskipun oksigen sedikit lele dapat bernapas dan mengambil udara ke permukaan air kolam, karena ikan lele mempunyai alat pernapasan tambahan berupa labirin.

ikan lele tergolong ikan yang mempunyai kemampuan tumbuh dengan cepat apalagi bila ditunjang dengan pakan yang berkualitas dan cukup.

http://hobiikan.blogspot.com/

cultivation to feed the earthworm eel

cultivation to feed the earthworm eel

earthworm
earthworm including natural feed for eels are easily and quickly grown. In nature, animals with a Latin name of this Lumbricus rubellus living in the soil berhumus. usually in a landfill is damp. These animals live in the soil or under piles of garbage.

earthworm actually be developed in the following way:
1. Prepare a box of wood or canvas measuring 0.5 x 0.5 meters at the edges of the support given bamboo.
2. Prepare a medium maintenance earthworms, cow dung that is sufficient, the rest of rotting vegetables, soil, and sawdust. Avoid entering materials such as orange peels or onion into worm rearing media. A good cow dung for use in the cultivation of earthworms is dirt that is still in the cow's stomach. This dirt can be obtained at the slaughterhouse.
3. Mix all ingredients together and add to the maintenance of a worm container.
4. Enter seed worms, the number of about 1 ounce (100 grams). In about 1-2 weeks already breed worms in large quantities. In order not to pile up, the worm will be given as feed should be separate.
source: Drs. Ruslan Roy, MM and BagusHarianto, Agromedia Pustaka, 2009
print this page





cetak halaman ini

budidaya cacing tanah untuk pakan belut

budidaya cacing tanah untuk pakan belut

cacing tanah
cacing tanah termasuk pakan alami bagi belut yang mudah dan cepat dibudidayakan. Di alam, hewan yang memiliki nama latin Lumbricus rubellus ini hidup di tanah berhumus. biasanya di tempat pembuangan sampah yang lembap. Hewan ini Hidup di dalam tanah atau di bawah tumpukan sampah.

sebenarnya cacing tanah bisa dikembangkan dengan cara sebagai berikut :
1. Siapkan tempat berupa kotak kayu atau terpal berukuran 0,5 x 0,5 meter yang di bagian pinggirnya diberi penyangga bambu.
2. Siapkan media pemeliharaan cacing tanah, yakni kotoran sapi secukupnya, sisa sayuran yang telah membusuk, tanah, dan serbuk gergaji. Hindari memasukkan bahan-bahan seperti kulit jeruk atau bawang merah ke dalam media pembesaran cacing. Kotoran sapi yang baik untuk digunakan pada budi daya cacing tanah adalah kotoran yang masih berada dalam perutsapi. Kotoran ini bisa didapatkan di tempat pemotongan hewan.
3. Campur semua bahan menjadi satu, lalu masukkan ke dalam wadah pemeliharaan cacing.
4. Masukkan bibit cacing, banyaknya sekitar 1 ons (100 gram). Dalam waktu sekitar 1-2 minggu cacing sudah berkembang biak dalam jumlah banyak. Agar tidak menumpuk, cacing yang akan diberikan sebagai pakan sebaiknya dipisahkan.
sumber : Drs. Ruslan Roy, MM dan Bagus Harianto, Agromedia Pustaka, 2009
cetak halaman ini

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets