Custom Search

Selasa, 08 Februari 2011

PENYAKIT BAKTERI (BACTERIAL DISEASE) Penyakit Merah (Motile Aeromonas Septicemia)

PENYAKIT BAKTERI (BACTERIAL DISEASE)

1. Penyakit Merah (Motile Aeromonas Septicemia)

Penyebab : Aeromonas hydrophila

Bio-Ekologi Patogen :

• Merupakan penyakit bakterial yang sering terjadi pada semua umur & jenis ikan air tawar, meskipun jenis bakteri tersebut sering pula ditemukan pada ikan air payau dan laut.
• Infeksi bakteri ini biasanya berkaitan dengan kondisi stress akibat: kepadatan tinggi, malnutrisi, penanganan yang kurang baik, kualitas air yang buruk, fluktuasi suhu air yang ekstrim, dll.
• Serangan bersifat akut, dan apabila kondisi lingkungan terus merosot, kematian yang ditimbulkannya bisa mencapai 100%.

Gejala Klinis
• Warna tubuh kusam/gelap, nafsu makan menurun, mengumpul dekat saluran pembuangan, kulit kasat, dan ekses lendir.
• Perdarahan pada pangkal sirip, ekor, sekitar anus dan bagian tubuh lainnya.
• Sisik lepas, luka di sekitar mulut, dan bagian tubuh lainnya.
• Pada infeksi berat, perut lembek dan bengkak (dropsy) yang berisi cairan merah kekuningan.
• Ikan mati lemas sering ditemukan di permukaan maupun dasar kolam.

Diagnosa :
• Isolasi dan identifikasi bakteri melalui uji bio-kimia.
• Deteksi gen bakteri melalui teknik polymerase chain reaction (PCR)


Pengendalian :
• Pencegahan secara dini (benih) melalui vaksinasi anti Aeromonas hydrophila (HydroVac)
• Desinfeksi sarana budidaya sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan
• Pemberian unsur immunostimulan (misalnya penambahan
vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan
• Menghindari terjadinya stress (fisik kimia. biologi)
• Memperbaiki kualitas air secara keseluruhan, terutama mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan frekuensi penggantian air baru
• Pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan pathogen)
• Oxolinic acid pada dosis 10 mg/kg bobot tubuh ikan/hari selama 10 hari

sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets