Custom Search

Rabu, 20 November 2013

BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE DI LAHAN YANG SEMPIT (KOLAM TEMBOK)



BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE DI LAHAN YANG SEMPIT (KOLAM TEMBOK)

Budidaya lele di lahan sempit pada kolam tembok adalah kegiatan budidaya perikanan yang menjadi alternatif bagi pembudidaya yang tidak memiliki areal budidaya yang luas. Budidaya ini merupakan solusi bagi mereka yang mempunyai  lahan sisa atau lahan menganggur di sekitar rumah.
Di bawah ini akan dibahas bagaimana cara budidaya pembesaran ikan lele di lahan sempit yaitu dengan berbudidaya pada kolam tembok.  Pembesaran lele adalah suatu kegiatan budidaya ikan lele yang bertujuan untuk menghasilkan lele ukuran konsumsi. Lele ukuran konsumsi dipanen setelah mencapai ukuran 8 – 12 ekor /kg. Untuk Benih ikan lele yang ditebar biasanya berukuran 5 – 6 cm, 7 – 8 cm dan 9 – 10 cm.

 
Apabila ukuran benih yang dipanen semakin besar maka semakin cepat pula untuk bisa memanennya.
Untuk luas kolam yang digunakan pada budidaya ikan lele di lahan sempit berukuran sekitar 4 – 50 m2. Sedangkan tinggi air kolam minimal 1 m. Pola budidaya ikan dilahan sempit merupakan pola budidaya ikan secara intensif maksudnya dengan menggunakan lahan yang sempit pengelolaan kualitas air dan pengawasannya lebih mudah dibanding dengan menggunakan kolam yang luas.
Dari data yang didapat dengan luas kolam 15 m2 sudah dapat menghasilkan lele konsumsi sebanyak 450 – 500 kg. Akan lebih baik jumlah kolam yang digunakan untuk budidaya pembesaran jumlahnya banyak maksudnya agar panen lele bisa digilir waktunya dan yang terpenting lagi bisa kontinu dalam memproduksi lele.
KOLAM TEMBOK
Kolam tembok yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan lele ukurannya yaitu sekitar 6 – 50 m2 per kolam. Luas kolam harus dibatasi agar kita mudah untuk melakukan pengontrolan. Untuk kedalam kolam lele pada budidaya pembesaran adalah 120 – 150 cm. Untuk ketinggian air di dasar kolam bisa diatur dari 40 cm hingga 120 cm, tergantung ukuran benih dan padat penebaran.
Pada petak kolam tembok  dilengkapi saluran masuk dan saluran keluar. Pintu air bisa terbuat dari pipa paralon.  Sebaiknya pada saluran pemasukan diberi jaring kawat kasa untuk mengantisipasi agar hama penyakit tidak ikut masuk ke kolam.
Pada dasar kolam tembok dibuat kamalir (saluran air tengah) dengan lebar 60 cm dan kedalaman sekitar 30 cm dari pelataran kolam.  Letak dari kamalir posisinya melintang dari arah saluran pemasukan air ke arah pembuangan air.  Dan arah kemalir sedikit miring ke arah saluran pembuangan untuk memudahkan pengeringan dan pengumpulan lele pada waktu panen.  Selain itu juga fungsi kamalir untuk mempermudah penangkapan ikan pada waktu panen dan sebagai tempat berteduh untuk lele pada siang hari karena air yang berada pada dasar kamalir suhunya relatif stabil.



Pembesaran di kolam Tembok
Langkah langkah budidaya ikan lele di kolam tembok yaitu :
1.       Persiapan Kolam
a.       Pengeringan
Pengeringan dasar kolam dilakukan untuk membasmi hama penyakit, menghilangkan senyawa atau gas-gas beracun, serta untuk mengistirahatkan  lahan. Proses pengeringan kolam dilakukan 2-3 hari tergantung cuaca.
b.      Pengapuran
Pengapuran dilakukan untuk membunuh hama, parasit, dan penyakit ikan, selain itu bertujuan untuk menaikan atau menstabilkan ph  air, meningkatkan alkalinitas serta mempercepat pembongkaran bahan-bahan organik. Jenis kapur yang paling banyak digunakan adalah kapur pertanian ( CACO3) dan dolomit dalam bentuk CaMg (CO3)2.
Pemberian kapur dengan cara disebar merata di permukaan dasar kolam dosis kapur yang digunakan 60 – 200 gr/m2.
c.       Pemupukan
Pemupukan dilakukan setelah pengapuran, pupuk yang dapat diberikan yaitu pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 250 – 500 gr/m2.
d.      Pengisian air kolam
Kolam diisi dengan menggunakan air sungai yang telah diendapkan pada kolam reservoar. Ketinggian air pada kolam mencapai 40 – 50 cm . Sebelum ditebar benih kolam didiamkan selama kurang lebih 5 hari untuk menumbuhkan pakan alami (Fitoplankton dan Zooplankton).  




2.       Padat penebaran  
 Yang dimaksud dengan padat penebaran benih yaitu jumlah ikan yang ditebarkan per satuan luas atau volume.  Semakin padat penebarannya maka semakin intensif pemeliharaannya. Untuk padat tebar ikan lele di kolam Tembok berkisar 150 – 300 ekor/m3.
Ciri-ciri benih lele yang baik dan sehat
a.       Ukuran seragam dan berwarna cerah (mengilap)
b.      Sehat dan bebas dari bibit penyakit
c.       Gerakannya lincah dan gesit
d.      Tidak ada cacat dan luka di tubuhnya
e.      Posisi ikan dalam air normal, tidak menggantung.
Penebaran benih dilakukan pada pagi hari pukul 8-9  atau sore hari pukul 15.30 – 16.30 karena suhunya tidak terlalu panas. Benih lele sebelum ditebar perlu diaklimatisasi (adaptasi)  agar benih tidak stress.
                                                                   
Pemberian pakan
Pakan diberikan harus mengandung nutrisi giji yang cukup, dengan kadar protein harus lebih dari 31%.
Pakan diberikan berupa pelet dengan dosis 3 – 6 % dari bobot total ikan.
Pemberian pakan pada pembesaran lele biasa menggunakan metode ad libitium (pemberian pakan yang diberikan secara bertahap dalam jumlah banyak dan dihentikan setelah lele mulai kenyang.

Panen
Ikan lele dapat dipanen jika ukurannya telah mencapai 8 – 12 ekor/kg



komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers