Postingan

Menampilkan postingan dengan label belut

Media Budidaya Belut

media yang digunakan untuk budidaya belut, yaitu media yang digunakan pada saat kegiatan budidaya pemeliharaan benih, pembesaran, pemeliharaan induk dan pemijahan. Media untuk budidaya belut ini disusun dari bahan-bahan berupa jerami, tanah, pelepah pisang, kompos, dedak dan air.  untuk kedalam dari kegiatan budidaya belut ini yaitu berkisar antara 40 - 100 cm. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media untuk budidaya belut yaitu : 1. Pupuk kandang yang digunakan haruslah menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan yang telah terdekomposisi selama beberapa bulan. jangan menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan yang baru yang belum terdekomposisi. 2. bahan-bahan yang digunakan untuk media budidaya belut ini harus menggunakan bahan-bahan yang pada waktu proses fermentasi tidak menghasilkan gas-gas yang berbahaya 3. ketika dalam pemeliharaan belut suplai air yang ada di kolam diupayakan dalam kondisi mengalir pelan, supaya terjadi suplai oksigen yang baik dan...

Belut listrik

Belut listrik ( Electrophorus electricus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Belut listrik ini dapat menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. listrik yang dihasilkan dapat  mencapai 650 volt. Tegangan listrik ini digunakan oleh belut untuk mencari mangsa dan untuk mempertahankan diri. Habitat asli belut listrik ini adalah di sungai amazon dan di sungai orinoko. Belut listrik dapat tumbuh mencapai panjang 2,5 m dengan berat 20 kg.

Ikan Belut

Belut Belut merupakan bahan pangan yang memiliki nilai giji yang tinggi. Belut hidup di rawa-rawa atau sawah Klasifikasi belut : Filum : Chordata Kelas : Osteichthyes Subkelas : Actinopterygii Ordo : Synbrachiformes Famili : Synbranchidae Genus : Monopterus / Fluta Spesies : Monopterus albus/Fluta alba Di perairan Indonesia, hanya ada 3 spesies ikan belut yaitu Monopterus albus/Fluta alba (belut sawah), Ophisternon bengalense/Synbrachnus bengalensis (belut rawa), Macrotema caligans (belut). Nilai Optimal Kualitas air untuk budidaya belut : Suhu ​0 ​C   = 25 - 32 pH            = 6 - 8 OKsigen terlarut (mg/L) = 3 - 7 Karbondioksida  (mg/l) = < 5 Amonia (mg/l)  = < 0,016 Nitrit (mg/l) = < 0,016 kecerahan (cm) = 0 - 45  

foto calon induk belut

Gambar
belut belut untuk dijadikan calon induk. penanganan calon induk belut harus hati-hati jangan sampai lecet karena bila belut lecet akan mengakibatkan buruknya proses pemijahan, pengambilan belutpun diusahakan jangan memakai tangan tetapi memakai skopnet yang besar dan kuat.

budidaya belut di dalam drum

budidaya belut di dalam drum mencari belut tidak usah susah-susah harus pergi ke sawah. sekarang coba anda praktikan budidaya belut di dalam drum. berbududaya belut di dalam drum mempunyai beberapa keuntungan yaitu : - tidak menggunakan areal yang luas - modal sedikit - mudah dalam pengontrolan media budidaya dapat menggunakan drum plastik yang ujung atas nya terbuka. di bagian bawah drum di beri lubang untuk proses pembersihan. setelah drum disiapkan kemudian dimasukan jerami dan kemudian tanah. kondisi tanah disesuaikan dengan keadaan di habitnya belut di alam. setelah media disiapkan kemudian masukan belut jantan dan belut betina jumlah nya 2 - 5 pasang. pakan yang diberikan yaitu bisa keong mas, ikan rucah setelah kurang lebih 3 bulan belut akan berkembang biak dan siap untuk di panen