Postingan

Menampilkan postingan dengan label kualitas air

Asam Belerang pada Kolam

Asam belerang / H2S merupakan gas beracun yang dapat larut dalam air kolam. Di tambak atau kolam biasanya dicirikan dengan endapan lumpur berwarna hitam berbau khas seperti belerang. Sumber utama H2S ini adalah hasil dari dekomposisi sisa-sisa bahan makanan yang tidak termakan, sisa-sisa plankton, kotoran ikan/organisme perairan, dan bahan organik lainnya. bahan organik pada perairan selain menghasilkan amonia juga menghasilkan asam belerang H2S. kekuatan rancun asam belerang tergantung dari suhu, oksigen dan pH. Nilai pH diatas 9, hampir seluruh asam belerang berdisosiasi menjadi ion-ion S 2-   dan  H +  yang tidak beracun sebaliknya apabila pH turun menjadi kurang dari 5 reaksi bergeser dan sebagian besar asam belerang dalam bentuk beracun Organisme air biasa keracunan  pada konsentrasi H2S 0,1-0,2 mg/l

Adaptasi Organisme Perikanan

Ikan hidup pada lingkungan perairan yang berbeda-beda, lingkungan perairan yang berbeda beda ini diklasifikasikan dengan beberapa tipe, yaitu : A. Secara Horizontal. Secara horizontal faktor-faktor hidup bagi ikan dapat dikelompokan berdasarkan salinitasnya, yaitu : 1. air tawar 2. air payau 3. air laut B. Secara vertikal Secara vertikal lingkungan dapat dikategorikan : - laut dalam sampai dengan ketinggian 8000 m C. Suhu Bedasarkan suhunya lingkungan ikan dapat dikategorikan dari : 1. tropis 2. Sub tropis 3. Kutub Faktor-faktor suatu lingkungan perikanan dapat dikategorikan sebagai lingkungan abiotik dan linkungan biotik : Abiotik : Fisika (suhu, penyinaran, tekanan densitas, dan kekeruhan)                Kimia ( pH, Salinitas, Oksigen terlarut, karbondioksida, amoniak dan alkalinitas) Biotik : keragaan organisme, pemangsa dan parasit. ADAPTASI ORGANISME PERIKANAN : adaptasi merupakan suatu proses penyesuaian diri seca...

Amonia dan Nitrit

Amonia (NH3) dan Nitrit ((NO2) dalam air kolam merupakan gas buangan dari hasil metabolisme ikan oleh perombakan protein. baik dari kotoran ikan itu sendiri (feses, urine ) atau dari sisa makanan. Proses pembusukan makanan terutama untuk bahan yang banyak mengandung protein akan menghasilkan amonium (NH4+) dan amonia.  bila proses lanjut dari pembusukan tidak berlangsung lancar maka terjadi pembusukan NH3 sampai konsentrsai yang membahayakan ikan. selain yang dihasilkan dari proses pembusukan amonia dan nitrit. dalam air juga terdapar nitrat (NO3) merupakan hasil oksidasi amonia dan terutama nitrit. Jumlah NH3 dari amonia total dipengaruhu oleh suhu dan pH air. makin tingginya suhu dan pH air maka makin tinggi pula presentase konsentrasi NH3 dalam kolam. untuk kadar amonia yang bisa membuat ikan mati yaitu > 1 ppm dan nitrit 0,1 ppm. Syarat kualitas air bagi kebutuhan dan pertumbuhan ikan budidaya : 1. Suhu  20 - 30 derajat celcius 2. pH 6-9 3. Oksigen terlaru...

Kecerahan air kolam

Kecerahan pada air kolam adalah sebagian cahaya yang diteruskan ke dalam air dan dinyatakan dengan persen (%). Cahaya matahari yang menembus dasar kolam dipengaruhi oleh kekeruhan ( turbidity ) air. sedangkan kekeruhan air dipengaruhi oleh : - adanya jasad-jasad renik (plankton :Fithoplankton dan zooplankton) - benda halus yang disuspensikan (lumpur) - warna air tingkat kecerahan air dapat menentukan dan mengetahui sejauh mana kemungkinan terjadinya proses asimilasi dalam air. air yang tidak terlampau keruh dan tidak terlampau jernih baik untuk kehidupan ikan. kekeruhan yang baik adalah kekeruhan yang disebabkan oleh jasad renik yang ada di air (plankton). Plankton yang mengandung klorofil dan melakukan fotosintesis disebut sebagai fithoplankton, sedangkan plankton yang memakan fithoplankton karena tidak mampu untuk melakukan fotosintesis disebut zooplankton. kekeruhan air yang terlampau keruh yang disebabkan oleh lumpur atau lebih-lebih yang disebabkan oleh hidroksida besi...

pH Air kolam

Nilai pH pada Perairan di alam yaitu berkisar antara 4 - 9. pH air mempengaruhi terhadap kesuburan air karena nilai pH mempengaruhi terhadap kehidupan jasad renik. nilai pH akan mempengaruhi terhadap sejumlah biologi perairan pH 6-6,5 plankton dan bentos sedikit menurun pH 5,5-6,0 terjadinya penurunan keanekaragaman plankton dan bentos. Alga hijau berfilamen mulai kelihatan pada zona litoral pH 5-5,5 Turunnya keanekaragaman dan jumlah berbagai jenis plankton, dan bentos semakin besar, algae hijau berfilamen semakin banyak, proses nitrifikasi akan terhambat. terjadi penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos. pH 4,5 - 5 Turunnya keanekaragaman dan jumlah berbagai jenis plankton, dan bentos semakin besar, algae hijau berfilamen semakin banyak, proses nitrifikasi akan terhambat. Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos. pada umumnya sebagian besar biota akuatik menyukai nilai pH sekitar 7 - 8,5. nilai pH air kolam terhadap budida...

Suhu

Suhu pada budidaya ikan mempengaruhi terhadap aktivitas metabolisme. suhu berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan. laju pertumbuhan akan meningkat sejalan dengan kenaikan suhu. Ikan mempunyasi sifat poikilotermis ( suhu tubuh ikan dipengaruhi oleh suhu air disekitarnya) . Perubahan suhu yang drastis akan mempengaruhi terhadap ikan dan bisa menyebabkan kematian pada ikan, karena terjadi perubahan daya angkut darah. daya angkut darah akan lebih rendah pada suhu tinggi. pada proses penebaran benih ikan pengaruh perubahan suhu sangat menentukan terhadap tingkat kehidupan ikan, suhu air pada wadah pengangkutan dengan suhu air di kolam akan mungkin berbeda maka dengan itu untuk menjaga tingkat perubahan suhu yang dratis maka ikan ketika ditebar perlu diaklimatisasi dahulu agar ikan tidak menjadi stress. Suhu yang optimum untuk pertumbuhan ikan yaitu antara 20-30 derajat celcius. Syarat kualitas air bagi kebutuhan dan pertumbuhan ikan budidaya : 1. Suhu  20 - 30 derajat c...

Karbondioksida

Karbondioksida (CO2) dalam air merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan air atau tumbuhan air renik untuk proses fotosintesis. Karbondioksida mudah larut dalam air dibandingkan dengan oksigen sehingga sering mengusir dan menempati tempat oksigen dalam air. kenaikan jumlah karbondioksida dalam air  akan  menghalangi proses difusi oksigen dalam air, sehingga akan mengurangi konsumsi oksigen dan sebagai kompensasinya ikan akan aktif sekali bernafas. keaktifan bernafas ini memerlukan kalori dan akan mengurangi kesempatan makan bagi ikan (nafsu makan ikan menurun bahkan akan hilang). kandungan karbondioksida dalam kolam sebesar 5 - 15 ppm. masih dapat ditoleransi oleh ikan, asalkan kadar oksigennya cukup tinggi. Syarat kualitas air bagi kebutuhan dan pertumbuhan ikan budidaya : 1. Suhu  20 - 30 derajat celcius 2. pH 6-9 3. Oksigen terlarut minimal 3 mg/l 4. Karbondioksida maksimal 15 mg/l 5. Amonia maksimal 0,016 mg/l 6. Nitrit maksimal 0,2 mg/l 7. kecerahan...

Oksigen Untuk Budidaya Ikan

Oksigen diperlukan oleh  ikan untuk proses metabolisme tubuh, yang menghasilkan energi untuk aktivitas seperti aktivitas untuk berenang, pertumbuhan, reproduksi. dalam perairan budidaya konsentrasi jumlah oksigen yang diperlukan oleh ikan yaitu diantara 4 - 7 ppm. Laju pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh konsentrasi oksigen dalam air, dengan kententuan faktor faktor kondisi lainnya optimum. Ikan - ikan yang memiliki labirin (alat pernapasan tambahan ) seperti ikan lele ( Clarias Sp ), Sepat ( Trichogaster sp ), Gabus ( Channa striata ), Tambakan ( Helostoma temmincki ), gurami ( Osphronemus gouramy ), betok ( Anabas testudineus ) dapat hidup pada perairan dengan kondisi oksigen yang rendah < 3 ppm. Ikan - ikan tersebut di atas dapat hidup pada kondisi perairan dengan oksigen rendah karena ikan - ikan tersebut dilengkapi dengan alat pernapasan tambahan (labirin) yang dapat berfungsi dalam proses pengambilan oksigen langsung ke udara di atas permukaan air. Tingkat konsumsi...

Suhu air kolam untuk setiap jenis ikan air tawar

Suhu air kolam untuk setiap jenis ikan air tawar suhu atau temperatur air kolam adalah ukuran tinggi rendahnya panas air yang berada di tempat budidaya ikan, baik di kolam, karamba, maupun karamba jaring apung. suhu air kolam untuk tiap jenis ikan 1. Ikan Tawes suhu air kolam berkisar antara 20 - 33 derajat celcius 2. Ikan Mas/Tombro suhu air kolam berkisar antara 20 - 25 derajat celcius 3. Ikan nilem suhu air kolam berkisar antara 18 - 28 derajat celcius 4. Ikan Bawal suhu air kolam berkisar antara 25 - 30 derajat celcius 5. Ikan patin suhu air kolam berkisar antara 28 - 32 derajat celcius 6. Ikan Gurame, suhu air kolam berkisar antara 24 - 28 derajat celcius 7. ikan nila, suhu air kolam berkisar antara 25 - 30 derajta celcius 8. Ikan Lele, suhu air kolam berkisar antara 25 - 30 derajat celcius 9. ikan sidat, suhu air kolam berkisar antara 28 - 29 derajat celcius 10. ikan gabus, suhu air kolam berkisar antara 25 - 30 derajat celcius

Kadar Oksigen Terlarut untuk setiap jenis ikan

Oksigen diperlukan oleh setiap mahluk hidup, Oksigen digunakan untuk pernapasan dan metabolisme tubuh. kadar oksigen terlarut untuk setiap jenis ikan adalah sebagai berikut : 1. Ikan Nilem > 5 ppm 2. Ikan Tawes > 5 ppm 3. Ikan patin 4,5 - 6,5 ppm 4. Ikan Mas > 5 ppm 5. Ikan Gurame > 5 ppm 6. Ikan Bawal > 4 ppm 7. Ikan Nila 4 - 6 ppm 8. Ikan lele > 4 ppm 9. Ikan Sidat 5-6 ppm 10. Ikan Gabus > 4 ppm sebagai satuan Dissolved Oxygen yang dipakai adalah ppm (Part Per Million) Oksigen dibutuhkan ikan dalam membantu pembakaran pakan sehingga menghasilkan energi yang digunakan aktivitas, pertumbuhan dan reproduksi.

Tujuan Pengapuran Pada Kolam Ikan

Pengapuran pada kolam Ikan Bertujuan untuk  1. menaikan pH tanah pada kolam ikan 2. untuk mempercepat proses dekomposisi bahan - bahan organik menjadi nutrien yang berguna bagi ikan 3. untuk memberantas hama Penyakit ikan pada kolam budidaya 4. untuk mengikat zarah lumpur yang melayang dalam air kolam sehingga  air bisa kembali jernih 5. mengikat kelebihan karbondioksida (CO2)  yang diperoleh dari hasil pernapasan ikan maupun jasad renik pada kolam ikan 6. mengurai limbah organik pada kolam budidaya

Kualitas air untuk budidaya ikan lele

Kualitas Air yang memenuhi persyaratan untuk kegiatan budidaya pembenihan ikan lele ( Clarias batrachus Linn.) Air tanah untuk pemijahan dan pemeliharan benih suhu : 25-32 derajat celcius padatan tersuspensi : maksimum 400 mg/l kekeruhan : maksimum 50 NTU Oksigen terlarut : maksimum 5 mg/l Karbondioksida : Maksimum 12 mg/l pH : 6,5  8,5 Amonia Total : maksium 1 mg/l total ammonia Nitrit : maksimum 0,1 mg/l Alkalinitas : minimum 0,1 mg/l Kesadahan total : minimum 20 mg/l CaCO3 Air permukaan untuk kegiatan pemeliharaan calon induk dan induk suhu : 26-32 derajat celcius padatan tersuspensi : maksimum 600 mg/l kekeruhan : maksimum 250 NTU Oksigen terlarut : maksimum 5 mg/l Karbondioksida : Maksimum 12 mg/l pH : 6,5  8,5 Amonia Total : maksium 1 mg/l total ammonia

standar kualitas air untuk budidaya ikan nilem

standar kualitas air untuk budidaya ikan nilem Suhu 18 - 28 ° c pH 6,5 - 7,5 Oksigen terlarut (DO) > 5 mg/lt NH3 <   0,02 mg/lt Transparansi / kejernihan air 60 - 80 cm ( jernih) Karbondioksida (CO2) 2-11 mg/lt Nitrit ( NO2) Alkalinitas >20 mg/lt Kesadahan total > 20 mg/lt

Parameter Kualitas air yang bagus untuk budidaya ikan Lele

Parameter Kualitas air yang bagus untuk budidaya ikan Lele adalah : 1. pH 7 -8 2. Suhu 28 - 32 derajat celcius 3. Oksigen 2 - 3 ppm

DO (Dissolved Oxygen) untuk Ikan Air Tawar

DO (Dissolved Oxygen) untuk Ikan Air Tawar Ikan Tawes lebih besar dari 5 ppm Ikan nilem lebih besar dari 5 ppm Ikan Mas/Tombro lebih besar dari 5 ppm Ikan patin antara 4,6 – 6,5 ppm Ikan bawal lebih besar dari 4 ppm Ikan gurame lebih besar dari 5 ppm Ikan nila antara 4 – 6 ppm Ikan sidat antara 5 – 6 ppm Ikan lele lebih besar dari 4 ppm Ikan gabus lebih besar dari 4 ppm 

Tabel standar kualitas air untuk budidaya ikan lele

Tabel standar kualitas air untuk budidaya ikan lele  Kolam atau lingkungan untuk kehidupan ikan lele cukup fleksibel. Tetapi meskipun ikan lele bisa hidup toleran terhadap kualitas air yang rendah, ikan lele juga perlu hidup pada kualitas air yang baik agar pertumbuhan dan perkembangan ikan lele dapat hidup dengan optimal. Kualitas air harus mengikuti standar untuk budidaya ikan lele. Standar kualitas air untuk budidaya ikan lele adalah : Suhu 25 – 30 derajat celcius pH 6,5 – 8,5 Oksigen terlarut (DO) > 4 mg/lt NH3 < 0,02 ppm Transparansi 20 -40 cm Karbondioksida (CO2)   2 -11 ppm Nitrit (NO2) < 0,25 ppm Alkalinitas > 20 ppm Kesadahan Total > 20 ppm

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha budidaya pembesaran ikan gurame di kolam (Kualitas Air)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha budidaya pembesaran ikan gurame di kolam : 1. Kualitas air Kualitas air yang baik sangat diperlukan dalam usaha budidaya ikan gurame, baik buruknya kualitas air kolam akan mempengaruhi kehidupan ikan gurame. Bila kualitas air buruk maka pertumbuhan ikan pun akan jelek. Syarat kualitas air yang baik untuk kehidupan ikan gurame yaitu : a. oksigen 5 - 7 ppm b. derajat keasaman/ph air yaitu 6,5 - 9,0 c. suhu air  27 - 28 derajat celcius d. Karbondioksida 15 - 25 mg/l

STANDAR KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN GABUS

WATER QUALITY STANDARDS FOR FISH FARMING CORK Temperature : 25-30 degrees celcius pH : 6 to 7.5 Dissolved oxygen : > 4 mg / l NH3 : ppm Transparency : 20-40 cm Carbon dioxide ( CO2 ) : 2-11 ppm Nitrite ( NO2 ) : < 0.25 ppm Alkalinity : > 20 ppm Total hardness : > 20 ppm