Postingan

Tingkat-tingkat metabolisme pada ikan ( metabolisme dasar dan metabolisme aktif)

Metabolisme Dasar atau yang disebut juga dengan basal metabolic adalah jumlah Oksigen yang dikonsumsi oleh ikan yaitu ketika Ikan berada pada kondisi istirahat dengan tidak makan dan hidup dalam lingkungan dengan kondisi lingkungan yang netral Metabolisme dasar pada ikan rendah dibandingkan dengan hewan lainnya metabolisme dasar pada ikan rendah ini dikarenakan ikan merupakan hewan poikilotermal,  energy yang digunakan oleh ikan sangat kecil malahan nol dan energi yang dibuang lewat ekskresi pada ikan sangat sedikit. Metabolisme aktif merupakan jumlah Oksigen yang dikonsumsi oleh ikan yaitu ketika ikan dalam keadaan aktif bergerak. Metabolisme aktifkan sangat rendah karena energi untuk kebutuhan tubuh ikan sangat kecil Ikan meskipun air memiliki viskositas yang tinggi adaptasi ikan terhadap lingkungannya memungkinkan ikan dapat bergerak lebih efektif dengan adanya sirip, Sisik, mucus

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya ikan lele

Gambar
Kebutuhan akan pangan saat ini semakin hari semakin meningkat kebutuhan ini meningkat sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk. Manusia dalam hidup dan kehidupannya tidak terlepas dengan makanan, salah satunya kebutuhan manusia  akan  kebutuhan protein hewani. Sebagaimana yang kita ketahui protein berguna dalam proses pertumbuhan dan sebagai zat pembangun metabolisme pada tubuh manusia. Protein hewani ini salah satunya bisa diperoleh dari daging ikan. Ikan Lele merupakan salah satu dari sekian banyak ikan konsumsi adalah sebagai ikan yang dapat menyumbang kepada manusia dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Budidaya ikan lele saat ini diperlukan dalam meningkatkan produksi jumlah ikan yang ada. Dalam berbudidaya ikan lele ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya diantaranya yaitu : 1. Benih Ikan     Benih ikan lele yang digunakan berperan sekali dalam keberhasilan berbudidaya ikan lele. Benih Ikan lele yang digu...

Pigmen Pernapasan Pada Ikan

Binatang yang hidup di alam dalam proses pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya memerlukan oksigen untuk pernapasannya. Ikan ataupun hewan lainya yang hidup memiliki pigmen pernapasan.  terdapat 4 macam pigmen pernapasan yang ditemukan pada binatang yaitu : - Pigmen pernapasan Hemoglobin - Pigmen pernapasan Chlorocruorien - Pigmen pernapasan hemocyanin - Pigmen Pernapasan hemorythrin secara biokimia keempat pigmen pernapasan yang disebutkan diatas tersebut cukup berbeda, ada juga pada satu spesies/ satu jenis  binatang memiliki  lebih dari satu pigmen pernapasan. untuk pigmen pernapasan pada dimiliki oleh  ikan yaitu Hemoglobin, dari keempat pigmen pernapasan tersebut, pigmen pernapasan hemoglobin adalah pigmen pernapasan yang cukup efisien. Hemoglobin terdiri dari Heme dan globin. Heme : metaloporphyrin globin : Protein

Mekanisme Pemompaan air pada sistem pernapasan ikan

Mekanisme Pemompaan air dalam proses respirasi (pernapasan) pada ikan memiliki peranan yang penting dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Air kolam ataupun perairan lain sebagai tempat hidup ikan merupakan media bagi perkembangan dan pertumbuhan. Air masuk ke rongga mulut ikan melalui mulut, masuknya air ini  diakibatkan karena adanya perubahan volume buccal dan rongga operculum ikan. Terjadinya Perubahan meninggi dan merendahnya atap dari faring ikan akan  mengubah ukuran pada rongga mulut ikan, sedangkan volume rongga operculum ini dipengaruhi oleh adanya gerakan operculum yang bergerak kearah dalam dan keluar. Dari sekian banyak ikan yang  hidup pada perairan baik di kolam ataupun perairan umum seperti sungai, danau, rawa, dan laut, ada beberapa jenis ikan yang tidak aktif menyaring tetapi terus menerus berenang untuk mempertahankan arus yang melalui insang. Efisiensi pertukaran gas pada teleostei sangat tergantung pada arus berlawanan dari air yang kaya...

Ciri-ciri induk Ikan baung yang telah matang gonad

pemijahan ikan baung dilakukan secara buatan dengan cara kawin suntik dengan menggunakan hormon sintetis dan kelenjar hifofisa. Ciri-ciri Induk ikan baung yang akan disuntik haruslah ikan yang telah matang gonad. Adapun ciri-ciri induk ikan baung yang baik yaitu : Induk Betina : - umur induk ikan baung minimal 1 tahun - berat induk ikan baung minimal 300 g/ekor - bila ikan baung betina matang telur, perut bagian belakang menggembung dan permukaan kulit sangat lembut - untuk induk ikan baung yang telah matang gonad, bila distriping (dipijat) dari perut ke arah anus akan mengeluarkan telur berbentuk bulat dan berwarna kecoklatan. - induk betina gerakannya lamban - pada alat genital berbentuk bulat dan berwarna kemerah-merahan - induk ikan baung dalam kondisi yang sehat dan tidak cacat Induk Jantan : - umur induk ikan baung jantan minimal 1 tahun - induk ikan  baung jantan memiliki berat minimal 300 g / ekor - memiliki lubang genital memanjang dan meruncing ke arah ca...

struktur Histologi Insang Ikan

Ikan memiliki alat pernapasan dalam kelangsungan hidupnya. alat pernapasan ini disebut dengan insang. Insang ikan  tersusun dari beberapa bagian/ lembar insang (hemibranchi). Hemibranchi pada ikan yaitu lembar insang ikan yang  terdiri dari filamen-filamen insang (lamella primer). Filamen-filamen insang / lamella primer ini tersusun oleh lamella sekunder. a. Lamella Primer Ephitelium pada lamella primer ini terdiri dari beberapa lapis sel. Pada lamella primer terdapat 3 bentuk sel. yaitu : - Sel monocyte   = sel chor yang memiliki fungsi dalam proses pertukaran garam yaitu pembuangan garam pada ikan laut dan proses pengambilan garam pada ikan air tawar. - Sel mucocyte = sel yang berfungsi dalam menghasilkan mucus. - Sel yang sedikit  mengalami perubahan yang hampir menyerupai sel epithelium bagian dalam dari lamella sekunder. b. lamella sekunder Pada setiap lamella primer memiliki lamella sekunder, lamella sekunder ini memiliki dinding yang tipis. p...

Asam Belerang pada Kolam

Asam belerang / H2S merupakan gas beracun yang dapat larut dalam air kolam. Di tambak atau kolam biasanya dicirikan dengan endapan lumpur berwarna hitam berbau khas seperti belerang. Sumber utama H2S ini adalah hasil dari dekomposisi sisa-sisa bahan makanan yang tidak termakan, sisa-sisa plankton, kotoran ikan/organisme perairan, dan bahan organik lainnya. bahan organik pada perairan selain menghasilkan amonia juga menghasilkan asam belerang H2S. kekuatan rancun asam belerang tergantung dari suhu, oksigen dan pH. Nilai pH diatas 9, hampir seluruh asam belerang berdisosiasi menjadi ion-ion S 2-   dan  H +  yang tidak beracun sebaliknya apabila pH turun menjadi kurang dari 5 reaksi bergeser dan sebagian besar asam belerang dalam bentuk beracun Organisme air biasa keracunan  pada konsentrasi H2S 0,1-0,2 mg/l