Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Senin, 05 Januari 2015

Penerimaan Tenaga Kontrak PUSDATIN TA. 2015

Dengan ini diumumkan Pusat Data, Statistik dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan akan merekrut Tenaga Kontrak Pramubakti yang akan membantu pelayanan pada Satker Pusdatin. Syarat dan ketentuan dapat dilihat pada Lampiran berikut : Info klik link di bawah ini http://www.kkp.go.id/index.php/tablet/arsip/c/11096/Penerimaan-Tenaga-Kontrak-PUSDATIN-TA.-2015/?category_id=3


 Sumber : http://www.kkp.go.id

Pengumuman CPNS kota tasikmalaya

Pengumuman cpns kota tasikmalaya

Klik di sini


http://tasikmalayakota.go.id/berita-252-pengumuman-kelulusan-cpns-formasi-umum-tahun-2014.html

Jumat, 19 Desember 2014

Ikan sepat


Sepat adalah nama segolongan ikan air tawar yang termasuk ke dalam marga Trichogaster, anggota suku gurami (Osphronemidae). Di Indonesia, ikan ini lebih dikenal sebagai ikan konsumsi, meskipun beberapa jenisnya diperdagangkan sebagai ikan hias.

Ikan yang bertubuh pipih jorong, dengan moncong runcing dan mulut kecil. Sisik kecil-kecil, bersusun miring, dalam aneka ukuran. Gurat sisi sempurna, bentuk tabung yang kadang-kadang agak lengkung. Sirip punggung (dorsal) terletak jauh ke belakang, namun berakhir agak jauh di depan sirip ekor. Sirip perut (ventral) berubah bentuk; sepasang jari-jari lunak yang pertama berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk panjang sepanjang badan, ditambah dengan sepasang duri pendek dan beberapa pasang jumbai pendek yang tak seberapa terlihat. Sirip dubur (anal) memanjang mulai dari di bawah dada hingga pangkal ekor. Sirip dada (pectoral) kurang lebih meruncing, sementara sirip ekor sedikit membagi

Klasifikasi ikan sepat
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Upaordo: Anabantoidei
Famili: Osphronemidae
Upafamili: Luciocephalinae
Genus: Trichogaster
Bloch & Schneider, 1801

Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sepat

Rabu, 17 Desember 2014

Kompetensi bisnis nelayan perlu ditingkatkan

KOMPETENSI BISNIS NELAYAN PERLU DITINGKATKAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kompetensi bisnis dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan masyarakat pesisir lainnya. Hal itu sangat diperlukan dalam rangka memperkuat kemampuan, membangun kemandirian dan meningkatkan daya saing untuk mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi. Pelaku usaha kelautan dan perikanan khususnya nelayan harus mulai di didik untuk mengenal bisnis. Sehingga bisa menjadi pelaku usaha yang handal dan bukan hanya sebagai obyek semata. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya pada malam penganugerahan Adibhakti Mina Bahari 2014 di Ballroom KKP, Jakarta, Kamis (4/12).

Menurut Susi, dengan kompetensi bisnis yang dimiliki setiap pelaku usaha dapat memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang tersedia secara optimal dan berkelanjutan. Semisalnya, nelayan diharapkan mampu memanfaatkan perairan Indonesia menjadi sumber kehidupan dan peningkatan kesejahteraan. Pembudidaya ikan mampu memanfaatkan lautan dan menghasilkan produk perikanan budidaya yang berkualitas secara efisien. Kemudian, para pengolah mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan sehingga mampu bersaing di pasar global. “Sedangkan masyarakat pesisir lainnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan yang kita miliki”, kata Susi.

Susi menambahkan, pemerintah akan terus berupaya memberikan perlindungan usaha dan kesempatan berusaha bagi nelayan, pembudidaya dan pengolah. Ini dapat dilakukan  melalui berbagai inovasi kebijakan yang digulirkan. Semisalnya, pemerintah akan menjamin kemudahan dalam akses permodalan ke perbankan, sertifikasi hak atas tanah bagi nelayan dan pembudidaya. “Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong diversifikasi produk hasil perikanan, dan peningkatan kemampuan teknis bagi masyarakat pelaku usaha kelautan dan perikanan”, ujar Susi.

Berkaitan dengan hal itu, sinergi antar sektoral sangat diperlukan. Dimana, KKP akan menjalin komunikasi, integrasi dan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lain yang terkait. Sehingga, kegiatan usaha kelautan dan perikanan diharapkan akan tumbuh dan berkembang dengan kokoh. Disamping itu, mendorong peran serta para pemangku kepentingan sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. “Pada kesempatan ini saya juga meminta perhatian dari para Gubernur dan Bupati/Walikota yang hadir disini untuk terus memberikan dan mengingkatkan dukungan  terhadap pembangunan kelautan dan perikanan di wilayah kerja masing-masing”, ucap Susi.

Selain itu, dalam sambutannya Susi juga menghimbau kepada Kementerian/Lembaga Pemerintah, Perbankan Nasional dan Lembaga Keuangan lainnya, untuk terus menjalin kerjasama dengan KKP agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan masyarakat pesisir lainnya.

Penganugerahan Adibhakti Mina Bahari 2014
Penganugerahan Adibhakti Mina Bahari tahun ini kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap unit pelayanan di lingkup KKP dengan peringkat tertinggi atau telah melaksanakan pelayanan prima. Kriterianya yang ditetapkan yakni pelayanan yang cepat, tepat, murah, aman, berkeadilan, dan akuntabel. Penghargaan tingkat nasional ini juga ditujukan untuk memberikan apresiasi terhadap perorangan, kelompok atau unit kerja non pelayanan publik lingkup KKP dan pemangku kepentingan yang telah berprestasi di sektor kelautan dan perikanan.

Pada acara malam penganugerahan Adibhakti Mina Bahari tahun 2014 yang dilaksanakan hari ini (4/12), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerahkan langsung piala penghargaan kepada pemenang. Tahun 2014, KKP memberikan lebih dari 100 penghargaan Adibakti Mina Bahari (AMB) yang terbagi dalam delapan bidang penghargaan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75/KEPMEN-KP/2014 tentang Penerima Penghargaan AMB Tahun 2014, tanggal 2 Desember 2014. “Dengan bangga saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga prestasi yang telah diraih ini menjadi motivasi bagi Saudara-saudara untuk meningkatkan peran serta secara aktif dalam pembangunan kelautan dan perikanan menuju peningkatan kesejahteraan rakyat”, ucap Susi.

Susi berharap, penerima penghargaan ini mampu menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya. Sehingga mendukung pembangunan bangsa Indonesia yang maju di bidang Kelautan dan Perikanan dan menjadi Poros Maritim Dunia. Mengingat, ke depan masih banyak tantangan dan tugas-tugas berat yang harus diselesaikan. Terutama tanggung jawab untuk terus meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, dan kelompok masyarakat pesisir lainnya. “Harapan besar tersebut harus dapat kita jawab dengan kerja keras dan karya nyata berupa prestasi dengan berbagai inovasi yang produktif”, tutup Susi.

Sumber : kkp.go.id

Jumat, 12 Desember 2014

Ciri ciri fisik ikan kerapu sunu

Ciri ciri fisik ikan kerapu sunu

Badan ikan memanjang dan tegak pada bagian kepala, badan dan bagian tengah dari sirip berwarna abu abu kehijauan, coklat merah atau jingga kemerahan dengan mempunyai bintik bintik biru yang berwarna gelap pada bagian pinggirnya.

Pada kepala mempunyai bintik bintik sebesar diameter bola matanya atau lebih besar pada jenis kerapu sunu lodi kasar umumnya bintik bintik biru ini di badannya berbentuk lonjong tetapi sebaliknya pada kerapu sunu lodi halus bintik bintik ini mempunyai bentuk bulat dan lebih kecil ukurannya.

Bintik bintik yang terdapat di bagian belakang badan mempunyai bentuk bulat dan berukuran kecil sementara itu bagian bawah kepala dan badan tidak mempunyai bintik yang berwarna biru namun ada satu bintik biru pada bagian pangkal sirip dada nya.

Di bagian ujung sirip ekor ikan kerapu sunu bentuknya rata ujung sirip tersebut terdapat garis putih adapun sirip punggung ikan ini terdapat duri sebanyak tujuh sampai delapan buah

Rabu, 10 Desember 2014

Ciri - ciri fisik ikan kerapu bebek

Bentuk badan kerapu bebek pipih dengan bentuk kepala bagian atas cekung.
Warna tubuh agak pucat berwarna cokelat kehijauan terdapat bintik bintik hitam bulat pada sekujur bagian tubuhnya. Memiliki sirip yang berbentuk bundar/busur pada bagian ujungnya

Minggu, 07 Desember 2014

Kejayaan ikan gurame soang

Sekitar tahun 1970-an muncul julukan "haji gurami" di kaki Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Julukan itu merujuk pada kenyataan banyak warga berangkat menunaikan ibadah haji dari hasil menjual ikan gurami angsa (Sunda-gurami soang).

Oleh CORNELIUS HELMY - HERLAMBANG

Penjualannya dilakukan dengan berjalan kaki dan memikulnya menggunakan taplak (pikulan untuk ikan gurami) ke pusat kota Tasikmalaya yang berjarak 15 kilometer. Bahkan, ada juga yang membawanya menuju Jakarta menggunakan kereta api dari Stasiun Tasikmalaya.

Selain itu, dikenal juga istilah "rumah gurami", "sarjana gurami", dan "tanah gurami". Tingginya harga gurami saat itu, membuat banyak warga mendapatkan keuntungan saat memelihara gurami. Saat itu, hampir di setiap rumah masyarakat di kaki Gunung Galunggung, kala itu mempunyai kolam yang ditanam gurami.

Asep (45), warga Kecamatan Singaparna, mengatakan, julukan itu umum dikenal masyarakat sekitar kaki Gunung Galunggung, khususnya Singaparna dan Leuwisari. Alasannya, penghasilan yang didapatkan dari penjualan gurami terbilang tinggi dibandingkan ikan budidaya lainnya seperti ikan mas, nila, atau nilem. Saat itu, harganya berkisar antara Rp 3.000 - Rp 5.000 per kilogram.

"Bahkan, menurut cerita orang tua dulu. Belanda pun pernah melarang rakyat jelata memakan gurami soang karena kelezatannya. Hanya orang Eropa dan pribumi ningrat yang bo-leh menyantapnya. Saat itu. gu-rumi soang masih sulit didapatkan karena masih harus dicari di rawa-rawa kaki Gunung Galunggung," ujarnya.

Gurami soang diklaim sebagai ikan asli rawa-rawa sekitar Gunung Galunggung, Tasikmalaya. Hal itu dikuatkan Surat Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 522.4/189/1994, yang menetapkan gurami soang sebagai flora khas Kabupaten Tasikmalaya. Gurami soang adalah satu dari tujuh gurami yang dikem-bangbiakan di Indonesia. Jenis lain adalah gurami jepang, blu-esaflr, paris, porselen, bastar, kapas, dan gurami batu.

Gurami soang memiliki panjang tubuh hingga 65 sentimeter dengan berat 6 - 12 kg per ekor. Warna tubuh abu-abu dengan sisik relatif lebar. Sebagai ikan rawa, gurami soang menyukai " air tenang bersuhu 28-30 derajat celsius di ketinggian 400-800 meter di atas permukaan laut Butuh 9 bulan untuk mendapatkan ukuran siap jual sekitar 1 kilogram yang kini berharga Rp 30.000 per kg.

Akan tetapi, dikubur material vulkanik letusan Gunung Galunggung tahun 1982, masa ke-emasannya perlahan surut. Bu-ruknya kualitas air membuat gurami soang tidak diminati warga. Penggalian potensinya tidak bisa dimaksimalkan meski mulai bermunculan kembali pemeliharaan ikan di Kecamatan Singaparna, Padakembang, dan Leuwisari.

Sentuhan teknologi

Data Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan, ada 636,93 hektar kolam gurami dari total 8.902 hektar kolam ikan. Dalam sebulan, rata-rata menghasilkan 5-10 ton gurami siap konsumsi berukuran 700 -900 gram. Jumlah produksi itu jauh dari kemampuan memenuhi permintaan yang mencapai 50 ton per bulan. Hal itu disebabkan minimnya penguasaan teknologi pemeliharaan, tidak adanya lahan pemeliharaan luas, hingga tidak adanya kebijakan politik pemerintah.

Ujang Adi (35), pembudidaya ikan dari Kecamatan Leuwisari, mengatakan, lebih suka memelihara nilem atau ikan mas. Dalam 1-2 bulan, ia sudah bisa menghasilkan ikan berbobot 1 kg. Berbeda dengan gurami yang dalam 12 bulan baru menghasilkan ikan 900 gram. Namun,ia mengakui bila memiliki teknik yang tepat dan modal yang besar, ia memilih membudidayakan gurami soang ketimbang ikan mas atau nilem karena keuntungan lebih besar.

Peneliti dari Balai Pengembangan Produksi Budidaya Air Tawar Tasikmalaya, Koko Koswara, mengatakan, mayoritas budidaya gurami masih dilakukan rumahan, melupakan sentuhan teknologi tepat. Hasil pun hanya sedikit setiap bulannya.

Aplikasi teknologi yang kerap dilupakan, seperti pemijahan sistem pasangan dan campuran. Sejatinya, hal itu adalah warisan pembudidaya zaman dulu dengan memasangkan 1 jantan dan 3 betina dalam satu kolam atau 30 jantan dengan 90 betina. Hal ini terkait sifat alami gurami yang kawin 3 kali setahun. Jantan biasanya kawin 3-4 betina per tahun.

"Belum ada teknik khusus memperbanyak jumlah benih seperti pada ikan mas atau nila. Percobaan memperbanyak benih lewat penyuntikan bersama Badan Riset Nasional menemui jalan buntu. Sebanyak 15 indukan gurami soang mati jadi tumbal," kata Koko.

Pemberian pakan juga kerap dilakukan keliru. Pemelihara ikan gurami hanya memberikan pelet dengan alasan praktis. Padahal, makanan alami seperti daun sente, kutu air, azolia, danhydrilla. justru memegang pe-ranan penting bagi kualitas pertumbuhan gurami.

"Pemeliharaan ini juga sudah dipelajari pembudidaya Malaysia. Myanmar, hingga Israel," ujarnya.

Keterbatasan modal menjadi masalah selanjutnya. Untuk memelihara gurami di kolam 500 meter persegi, misalnya. Diperlukan tak kurang dari Rp 60 juta per masa produksi 7-8 bulan. Uang itu digunakan membiayai pembuatan kolam, benih, pakan, buruh, hingga obat-obatan. Namun, bila tekniknya benar, penghasilan pembudidaya dipastikan Iebih besar ketimbang ikan lainnya. Pembudidaya bisa mendapatkan sekitar 400 kg dengan harga Rp 30.000 per kg atau senilai Rp 120 juta per sekali masa produksi.

Pendiri PT Sejati Minat Tahta, pembudidaya gurami bersertifikat di Tasikmalaya, Dedi dakhlan, menyatakan, dalam sebulan permintaan gurami soang siap konsumsi dalam negeri untuk restoran di Bandung dan Jakarta 50-60 ton seharga Rp 30.000 per kg.

"Kami tidak puas memenuhi pasar dalam negeri. Pasar luar negeri masih cukup luas untuk dikembangkan, sebab negara seperti China dan Malaysia mulai meminatinya. Kita tentu tidak mau bila negara lain justru lebih dulu mengembangkannya" katanya.

Sumber : Kompas, 7 Desember 2011 Hal 24

Pencegahan penyakit pada budidaya ikan bawal di kolam air deras

Budidaya ikan bawal yang dilakukan di kolam air deras yang airnya terus berganti sehingga serangan penyakit jarang terjadi tetapi petani ikan harus waspada atas kemungkinan terjadinya serangan hama penyakit. Beberapa hal yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya serangan penyakit yaitu :
1. Pada kolam air deras sebelum kolam diisi air harus dilakukan pengeringan selama 14 hari dan sekaligus dilakukan pengapuran
2. Menjaga sanitasi lingkungan
3. Lakukan penebaran benih secara optimum tidak berlebih dan tidak kurang
4. Pemberian pakan tidak berlebih dan tidak kurang
5. Penanganan ikan harus dilakukan dengan baik agar tidak terjadi luka yang akan mengakibatkan ikan tersebut mudah terserang penyakit
6. Mencegah masuknya binatang lain seperti siput ataupun kepiting yang mungkin dapat membawa bibit penyakit

Senin, 01 Desember 2014

Beberapa jenis ikan tawes

Beberapa jenis ikan tawes yang ada di indonesia

1. Ikan tawes biasa yaitu jenis ikan tawes yang paling sering ditemui dan dibudidayakan ikan ini berwarna putih keabu abuan sering tertangkap di perairan umum seperti danau sungai dan waduk
2. Ikan tawes kumpay yaitu jenis ikan tawes ini mempunyai ciri yang spesifik yaitu mempunyai sirip dada dan sirip ekor yang panjang meliuk liuk menyerupai selendang. Ikan tawes ini bersisik dan berwarna kelabu, ikan tawes ini sangat sulit ditemukan dan jarang dibudidayakan
3. Ikan tawes silap. Jenis ikan tawes ini mempunyai sisik mengilap berwarna putih keabu abuan jenis ini sudah jarang ditemukan sehingga pantas disebut ikan tawes langka
4. Tawes bule yaitu jenis ikan tawes dengan sisik berwarna albino tidak berpigmen warna sisik putih tidak berpigmen tawes bule termasuk jenis ikan yang langka

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers