Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Jumat, 24 April 2015

Red New guinea rainbowfish

Red New Guinea Rainbowfish. jenis ikan ini benar-benar mengesankan. ikan yang berkelamin jantan mempunyai punuk yang tinggi di belakang kepala yang agak meruncing. Ikan jantan juga mempunyai warna merah tua.  Kedua ciri yang telah disebutkan di atas ini tidak terdapat pada ikan yang berjenis kelamin betina yang ukurannya lebih kecil.  RINCIAN JENIS Ukuran:  Ikan jantan sampai dengan 15 cm(6 inci):  sedangkan ikan betina jauh lebih kecil. Asal usul ikan:  Papua Nugini sebelah Utara. Kemudahan dipelihara yaitu mudah ke arah sedang. Pengembangbiakan:  Telur diserakkan di antara vegetasi sering pada tanaman yang ada di dasar kolam atau perairan dengan daun halus seperti Lumut Jawa (Vesiculara dubyona)  dan memerlukan waktu sampai sekitar seminggu untuk menetas telur-telurnya.

Sabtu, 18 April 2015

Budidaya Mina Ayam

MINA AYAM.
Mina ayam (ikan dan ayam) adalah salah satu usaha budidaya perikanan terpadu,  sistem pengelolaan usaha mina ayam ini tidak berbeda dengan pengelolaan usaha budidaya ikan pada kolam,  sedangkan pemeliharaan ayam seperti yang pada umumnya dilakukan.  Kandang ayam dibuat di atas kolam atau di pinggir kolam ikan sehingga kotoran ayam dan sisa pakan ayam akan jatuh  ke kolam ikan.  Kelebihan dari usaha perikanan terpadu mina ayam antara lain
(a)  memanfaatkan areal lahan kosong di atas kolam ikan;
(b)  memanfaatkan kotoran ayam yang dijadikan sebagai pupuk untuk kolam;
(c)  sisa makanan ayam yang jatuh ke dalam kolam dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan;  dan
(d)  pemanfaatan lahan untuk diversifikasi usaha perikanan dan peternakan. 

Kekurangan usaha perikanan terpadu mina ayam antara lain
(a)  kotoran ayam yang belum kering yang jatuh ke kolam menyebabkan bau;
(b)  jika sisa kotoran ayam dan sisa pakan yang jatuh ke kolam berlebihan dapat menyebabkan penyuburan kolam sehingga akan terjadi  ledakan plankton (blooming plankton):
(c) rasa ikan biasanya berbau karena kotoran ayam maupun karena penyuburan di dalam kolam,  dan
(d)  ikan hasil panen harus diberok dalam air bersih terlebih dahulu untuk pembersihan.  Budi daya ikan sistem mina ayam dilakukan untuk memproduksi benih (pendederan)  maupun ikan konsumsi(pembesaran).  Kegiatan pendederan pada kolam sistem mina ayam sangat baik karena jumlah pakan alami yang banyak

Rabu, 15 April 2015

Ikan betok

  ikan Betok.

ikan Betok (Anabas testudineus)  merupakan spesies asli ikan perairan umum Indonesia.  Di Kalimantan,  ikan betok ini merupakan ikan air tawar bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai harga  yang mahal.  Di Kalimantan Timur,  harga betok konsumsi sangat tinggi,  yakni mencapai  Rp70.000,00 -  Rp100,000,00/kg, sedangkan di sumatera antara  Rp 20.000,00 /kg - Rp40.000,00/kg.  Ikan ini sangat  mudah untuk dibudidayakan karena dapat hidup di perairan tergenang yang minim oksigen yang kurang oksigen.  Di Kalimantan dan Sumatera,  ikan betok merupakan salah satu ikan air tawar yang penangkapannya di alam sangat intensif,  Ini dilihat dari produksi betok di beberapa daerah yang tiap tahun terus meningkat.  Di Kalimantan Timur,  pada tahun 2004 produksi ikan betok 91 ton meningkat menjadi 150 ton pada tahun 2005.  Harga betok yang tinggi mendorong penangkapan yang intensif sehingga dikhawatirkan menyebabkan over fishing yang pada akhirnya akan mengancam populasi betok di alam bebas.

Sabtu, 11 April 2015

Rawa dalam kaitannya dengan biota air yang ada

Rawa.

Rawa adalah berupa areal lahan rendah yang senantiasa memiliki kepekaan tergenang air pada kurun waktu tertentu maupun sepanjang tahun.

air rawa bersumber dari  air hujan,  air luapan akibat rambatan pasang air laut dan air luapan banjir di bagian hulu.  Berdasarkan sumber airnya,  rawa dibedakan menjadi dua tipe yaitu rawa pasang surut dan nonpasang surut. 

Pengertian dari Rawa pasang surut adalah areal lahan rendah yang badan airnya dipengaruh oleh gerakan pasang surut air laut.  Badan air rawa pasang surut berhubungan langsung dengan sungai sehingga tingat keasamannya air rawa akan berkurang.  Kondisi habitatnya relatif subur sehingga banyak  dihuni oleh  biota air.  Komposisi jenis biota air yang menghuni daerah rawa ini didominasi oleh ikan sungai. Badan air bergerak sesuai dengan gerakan pasang surut air laut.  Hal ini membuka kemungkinan untuk menerapkan metode pemeliharaan ikan di sungai,  yaitu metode sangkar dan kolam pasang surut.

rawa nonpasang surut atau juga disebut lebak merupakan lahan rendah yang memiliki kepekaan genangan air yang berasal dan curah hujan atau luapan banjir di hulu.  Rawa nonpasang surut memiliki badan air yang stabil dan tingkat keasaman airnya masih tinggi sehingga hanya sedikit organisme yang tahan terhadap keasaman tinggi saja yang dapat hidup dan berkembang biak.  Dengan kata lain,  badan air rawa non pasang surut relatif kurus.  Populasi biota rawa didominasi ikan rawa,  yaitu jenis ikan yang tahan dan mempunyai toleransi terhadap keasaman dan kandungan oksigen rendah misalnya sepat,  lele,  gabus,  toman,  tambakan,  gurami,  dan betok.  Metode pemeliharaan yang dapat diterapkan adalah kolam tadah hujan (rainfed pond)  dan sawah tambak

Ikan lele di Indonesia

Lele.  
Ikan Lele dengan nama latin  (Clarias sp)  merupakan jenis ikan air tawar  kedua yang paling banyak diproduksi di Indonesia melalui budidaya ikan di air tawar. Pada tahun 2010 produksi lele mencapai 270600 ton.  Terdapat tiga spesies lele yang dibudidayakan di Indonesia,  yaitu lele dumbo (clarias gariepinus),  lele lokal (c. batrachus),  dan lele keli (c. maladerma).

Ikan Lele dumbo merupakan spesies introduksi yang didatangkan dari luar,  sedangkan lele lokal dan lele keli adalah spesies asli indonesia.  Di samping itu telah dihasilkan dua varietas lele unggul,  yaitu lele sangkuriang dan lele phiton.

  Lele merupakan salah satu ikan unggul yang dapat dibudidayakan di berbagai wadah dan lingkungan perairan,  serta dapat ditebar dengan kepadatan tinggi. Ikan lele sangat toleran terhadap kualitas air yang kurang baik.

Rabu, 08 April 2015

Ciri-ciri Morfologis Ikan Cucut adalah :




Ciri-ciri Morfologis Ikan Cucut adalah :

1.      Bentuk tubuh ikan cucut seperti torpedo serta memiliki ekor yang kuat
2.      Posisi insang terletak  di sisi kiri dan kanan bagian belakang kepala. Insang tidak memiliki tutup, tetapi berupa celah insang  (gill openings atau gill slit). Memiliki jumlah celah insang antara 5 – 7 buah.
3.      Mulut ikan cucut terletak di bagian ujung terdepan bagian bawah.
4.      Memiliki Gigi triangular
5.      Ekor ikan cucut pada umumnya berbentuk heterocercal yaitu bentuk cagak dengan cuping bagian atasnya lebih berkembang dibanding bagian cuping bawahnya.  Bentuk ekor demikian sangat membantu pergerakannya sebagai ikan predator sejati (Nontji dalam Anonimus, 2005)

Jenis jenis ikan populer

jenis Ikan-ikan Populer yang dibudidayakan oleh pembudidaya ikan.

a.  Ikan Mas. 
Ikan mas (Cyprinus carpio)  merupakan ikan tertua dalam sejarah budidaya perairan/akuakultur air tawar di Indonesia. ikan  mas merupakan ikan yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia sampai tahun 2003.  Pada tahun 2003-2004 budidaya ikan mas di Indonesia mengalami kehancuran karena penyakit KHV (Koi Herpes Virus)  yang  besar Sampai akhir 2004,  sentra sentra budidaya ikan mas mengalami kehancuran tetapi,  budidaya ikan mas tetap disukai.  Tahun 2010,  produksi ikan mas nasional mencapai 267.100 ton yang berada di urutan ketiga setelah nila dan lele.
b.  Nila.
Saat ini nila (oreochromis nilotica)  merupakan ikan ngetop dan  primadona ikan air tawar di Indonesia.  Produksi nila nasional tahun 2010 mencapai 491.800 ton yang berada diurutan pertama Hasil budidaya nila di wadah pemeliharaan diserap pasar lokal dan ekspor.  Nila juga merupakan ikan yang paling banyak menghasilkan varietas baru.  Selain itu, nila dapat dibudidayakan di berbagai lingkungan perairan dan wadah Nila dapat dibudidayakan di air tawar,  payau,  dan laut,  serta semua wadah budidaya dapat digunakan untuk budidaya nila.

Klasifikasi dan Morfologi ikan Cucut (Rhizoprionodon acutus)


Klasifikasi dan Morfologi ikan Cucut (Rhizoprionodon acutus)

Klasifikasi Ikan Cucut  menurut  Last dan Stevens, (1994) :

Kingdom              : Animalia (animals)
Phylum                 : Chordata
Sub Fillum           : Vertebrata (bertulang belakang)
Kelas                     : Chondrichthyes (ikan cartilaginous)
Sub Kelas             : Elasmobranchii (jenis hiu dan pari)
Sub Ordo             : Euselachii
Ordo                      : Carcharhiniiformes (ground sharks)
Famili                    : Carchahinidae
Genus                   : Rhizoprionodon
Spesies                 : Rhizoprionodon acutus
Nama Inggris      : Milk shark
Nama local          : Hiu Pisangan

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers