Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Jumat, 03 Juli 2015

Ikan Lalawak

Ikan Lalawak
Lalawak atau lawak (barbodes ballaroides/Puntius bramoides) adalah  kerabat dekat ikan tawes, Namun,  lalawak mempunyai duri yang lebih sedikit dibandingkan dengan tawes. Lalawak adalah ikan air tawar asli yang hidup di perairan umum Indonesia.  Lalawak mempunyai prospek yang baik,  karena ikan ini dapat diproduksi sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias.  Ikan lalawak di kita sudah dipelihara sejak tahun 1975 di Sumedang,  namun perkembangannya di Indonesia sangat lamban. 

Sabtu, 20 Juni 2015

Reproduksi pada ikan bandeng

Reproduksi pada  ikan bandeng.
Ketika masih muda,  ikan bandeng hidup dan berenang di sekitar pantai dan ikan masuk ke muara-muara sungai,  namun ikan bandeng tetap memijah dan bereproduksi di laut.  Ikan Bandeng mulai dewasa ketika mencapai usia 3 tahun.  Di beberapa daerah perairan seperti perairan di  Gresik,  Surabaya,  Sidoarjo,  Sulawesi Selatan,  dan Nusa Tenggara,  sering ditemukan bandeng yang sedang bunting (matang gonad).  Bandeng ini berkembang biak atau memijah di dekat pantai pada perairan yang jernih,  di kedalaman 40-50 meter.  Ikan bandeng betina dapat bertelur dengan fekunditas sebanyak 5-6 juta butir.  Telur ikan bandeng yang dikeluarkan mempunyai diameter sekitar 1,2 mm dan akan menetas 24-34 jam setelah pembuahan.  Lar-  va ikan bandeng yang ditetaskan berukuran panjang sekitar 3,5 mm dan warnanya bening Larva ini bersifat planktonik dan terbawa oleh arus,  angin,  dan gelombang hing-  ga mencapai pantai yang biasa disebut nener.  Nener ini berukuran panjang sekitar 11-13 mm,  berat 0,01 g dan berumur 2-3 minggu. 

Kamis, 21 Mei 2015

Pembesaran ikan jelawat di kolam air tenang

Pembesaran Jelawat di KAT Kolam Air Tenang

Sebelum penebaran benih jelawat,  perlu persiapan kolam,  seperti perbaikan kolam,  pengolahan tanah,  pengapuran,  dan pemupukan.  Selesai pemupukan kolam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah.  Hari ke-5 air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm,  Setelah sehari semalam,  air kolam tersebut ditebar benih jelawat.  Benih jelawat berbobot rata rata 10 g/ekor ditebar dengan kepadatan 20 -30 ekor/m2.  Padat penebaran ini diturunkan atau dinaikkan sesuai dengan ukuran benih yang ditebar.  Bila benih berukuran kecil,  misalnya 3-7 g/ekor atau ukuran 4-7 cm/ekor padat penebarannya ditingkatkan Menjadi hingga 50-100 ekor/m2. Bila benih yang ditebar berukuran lebih besar,  misalnya 20-30 g/ekor,  padat penebarannya cukup 15 - 20 ekor/m2. 

Penebaran benih dilakukan pada waktu cuaca teduh,  misalnya pada pagi hari atau sore hari.  Selama pemeliharaan,  jelawat diberi pakan buatan berupa pelet yang mengandung protein minimal 25%.  Pakan yang baik mengandung protein sekitar 28% Pakan diberikan sebanyak 3-5% dari bobot badan /hari.  Pakan diberikan 3 kali dalam sehari.  Selain itu,  jelawat budi daya juga dapat diberi pakan tambahan berupa daun singkong,  daun talas,  daun pepaya,  sayur afkir,  telur afkir,  dan sebagainya.  Daun-daunan dan sayur afkir dapat langsung diberikan kepada jelawat,  sedangkan telur afkir direbus terlebih dahulu supaya lebih mudah dimakan jelawat.  Pemeliharaan jelawat di KAT dilakukan antara 5-6 bulan untuk menghasilkan kan konsumsi ukuran 200-250 gekor.  Bila pemeliharaan dilakukan 7-8 bulan,  jelawat akan mencapai ukuran 300-400 g/ekor.
Sumber M.Ghufran H. Kordi K. 2013

Rabu, 06 Mei 2015

Perbedaan induk jantan dan induk betina ikan jelawat

- berat induk betina > 2,5 kg dan induk jantan > 2 kg
- umur induk betina >2,5 tahun, induk jantan > 2 tahun
- pada perut induk betina  bila matang gonad perut bagian  belakang menggembung di pada bagian dada lunak.
- bila perut diurut pada induk jantan bila diurut  bagian perut ke arah belakang akan mengeluarkan cairan sperma.
- alat genital pada induk betina agak menonjol dan berwarna merah cerah. Sedangkan pada jantan berwarna merah dan berbentuk kerucut
- sisik pada induk betina sisik di bagian perut agak renggang.
- sirip dada dan penutup insang pada induk betina sirip dada terasa halus bila diraba. Dan pada induk jantan terasa kasar.
- gerakan induk betina lamban dan jantan lincah dan menjadi galak

Sabtu, 02 Mei 2015

Reproduksi ikan Jelawat

Reproduksi ikan Jelawat. Ikan jelawat mulai memijah di awal musim hujan,  yaitu pada bulan Oktober-November.  Selama musim hujan,  jelawat mampu memijah 2-3 kali pemijahan.  Ketika hujan dan air hujan menggenangi daerah sekitarnya,  jelawat mulai melakukan pemijahan.  Ikan-ikan yang matang gonad beruaya ke muara sungai dan melakukan pemijahan pagi hari diiringi rintikan air hujan.  Telur jelawat bersifat melayang.  Telur yang dibuahi kemudian dibawa arus air ke bagian hilir dan menetas selama dalam perjalanan.  Anak-anak jelawat yang berukuran 2 -3 cm akan timbul ke permukaan air dan berenang secara berbondong-bondong menyusuri tepi sungai,  menentang arus menuju ke hulu.  Sedangkan anak-anak jelawat ukuran 4- 5 cm senang berada di tempat-tempat yang terlindung dari sinar matahari yang airnya agak tenang.  Jelawat dapat dipijahkan secara alami di kolam,  namun baru memijah pada awal musim hujan.  Ikan jelawat tidak memijah di luar musim hujan.  Untuk mengatasi itulah kemudian diterapkan teknik pemijahan buatan (induced breeding) dengan cara hipofisasi (penggunaan kelenjar hipofisa)  maupun hormon sintetis semacam ovaprim.  Jelawat telah berhasil dihipofisasi pada awal tahun 1978 oleh LPPD Bogor.  Tahun 2004 BBI Anjungan,  Kalimantan Barat,  telah berhasil memproduksi benih jelawat secara massal.  Sedangkan BBAT Jambi berhasil memijahkan jelawat secara massal sejak tahun 2006.
Sumber : M. Gugatan H. Kordi k. Budidaya ikan konsumsi di Air Tawar, 2013

Makanan dan kebiasaan makan ikan jelawat

Makanan dan kebiasaan Makan ikan Jelawat

Ikan jelawat termasuk jenis ikan pemakan segala (omnivora namun lebih cenderung memakan tumbuh-tumbuhan atau cenderung herbivora (pemakan tumbuhan)  Makanan ikan jelawat berupa biji buah-buahan,  bunga-bungaan,  dan daun-daun muda tanaman air maupun hewan-hewan kecil di dalam air.  Sedangkan anak-anak jelawat menyukai plankton,  alga,  dan larva serangga air. Dalam budidaya ikan, ikan jelawat dapat diberikan umbi singkong,  daun singkong,  daun pepaya,  daun talas,  ampas kelapa,  usus ayam,  daging-daging ikan yang telah dicincang,  dan sebagainya.  Untuk penggunaan pelet sebagai pakan dalam budidaya jelawat sebaiknya mengandung protein antara 25-30%  yang diberikan sebanyak 3-4%  dari berat total untuk pembesaran.  Sedangkan untuk peliharaan induk diberikan pelet yang mengandung protein 35-38% sebanyak 2 -3%  bobot total ikan.  Dari bentuk mulut diketahui bahwa jelawat lebih menyukai makanan yang melayang Jelawat termasuk ikan yang memakan dengan cara menyambar.

Sumber : M.Ghufron H. Kordinator K., budidaya ikan konsumsi di Air Tawar. 2013.

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers