Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Sabtu, 29 Maret 2014

SENTRA MINAPOLITAN KABUPATEN BOGOR MENUJU KAWASAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN BUDIDAYA

SENTRA MINAPOLITAN KABUPATEN BOGOR MENUJU KAWASAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN BUDIDAYA
Bogor (20/3/2014).

Pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan budidaya terintegrasi merupakan suatu keharusan. Konsep Minapolitan ditujukan untuk membangun kawasan ekonomi tersebut dan menjadikan kawasan minapolitan menjadi embrio kawasan industrialisasi perikanan budidaya dari hulu sampai hilir yang meliputi produksi, pengolahan dan pemasaran. “Minapolitan perikanan budidaya ini sudah mulai nampak keberhasilannya dan beberapa daerah bahkan sudah mengarah kepada kawasan industrialisasi perikanan budidaya. Salah satunya adalah Kawasan Minapolitan di Kabupaten Bogor ini”, demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Sentra MInapolitan di Kec. Ciseeng, Kab. Bogor, Jawa Barat. Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa sebagai embrio dari Industrialisasi Perikanan Budidaya, Minapolitan telah memberikan landasan dalam hal pendekatan pengembangan suatu kawasan.

“Minapolitan sebagai suatu program nasional telah mendorong terwujudnya sinergi lintas sektoral dalam pengembangan suatu wilayah. Kondisi ini yang sekarang juga terjadi melalui program Industrialisasi. Kawasan yang memiliki potensi ekonomi berbasis perikanan budidaya, dikembangkan dengan melakukan sinergi dan kerjasama dengan Kementerian atau Lembaga Pemerintah lain seperti dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan yang lainnya”, ungkap Slamet. Kabupaten Bogor merupakan salah satu Kabupaten yang ditetapkan sebagai Kawasan Percontohan Minapolitan Perikanan Budidaya sejak tahun 2011. Kawasan yang termasuk dalam Minapolitan ini ada di empat Kecamatan yaitu Kec. Ciseeng, Kec. Parung, Kec. Kemang dan Kec. Gunung Sindur. “Daerah ini cukup strategis dan didukung dengan sumber daya lahan dan air yang memadai, akses jalan yang cepat dan jangkauan pasar yang cukup luas. Selain itu di wilayah ini telah terbukti bahwa sinergi dan koordinasi lintas sektoral akan mampu membuat kawasan minapolitan ini berkembang cepat dan pesat menjadi sebuah kawasan industrialisasi. Seperti dukungan dari Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun jalan produksi dan juga pembangunan gedung pengolahan dan pemasaran serta pos pelayanan penyuluhan”, tambah Slamet.

Saat ini, beberapa wilayah minapolitan telah mulai berkembang menjadi kawasan industrialisasi seperti Kabupaten Muaro Jambi - Jambi dengan komoditas Patin, Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan juga dengan komoditas Patin, Kabupaten Minahasa Utara – Sulawesi Utara, dengan komoditas Rumput Laut dan Kabupaten Indramayu – Jawa Barat dengan komoditas Udang. “Kawasan Minapolitan Lele di Kabupaten Bogor yang telah berkembang dan berhasil menjadi kawasan sentra lele yang sudah di kenal dimana-mana. Hal ini disebabkan karena Kawasan Minapolitan Lele di Kab. Bogor berbasis kelompok dalam suatu kawasan sehingga semuanya dapat diintegrasikan dengan mudah dan memiliki dampak ekonomi bagi pengembangan kawasan itu sendiri. Keberhasilan pengembangan kawasan minapolitan menjadi suatu kawasan industrialisasi tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan bekerjasama dan berkoordinasi secara lintas sektoral’, papar Slamet. Berdasarkan data Statistik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, produksi lele di Kabupaten Bogor menyumbang angka yang cukup tinggi pada produksi lele di Jawa Barat. “ Pada tahun 2013, data sementara produksi lele Kab. Bogor mencapai 64.047,79 ton atau naik 34,2 % dari tahun 2012. Angka produksi lele th. 2013 dari Kab. Bogor ini mencapai 8,4 % dari produksi lele nasional yang sebesar 758.455 ton (data sementara)”, ujar Slamet. Melalui program industrialisasi perikanan budidaya, diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk serta meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tentunya, sasaran utama industrialisasi perikanan budidaya adalah untuk peningkatan pendapatan kelompok masyarakat pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan.

Bukti keberhasilan dari industrialisasi adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut dalam hal ini bersumber dari usaha perikanan budidaya”, tambah Slamet Perlu ditambahkan pula bahwa lele merupakan salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Karena komoditas ini sangat mudah dibudidayakan, cukup terjangkau harganya dan mampu menjadi pilihan utama sumber protein hewani “pungkas Slamet. Narasumber : Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr. Ir. Slamet Soebjakto

sumber : http://www.kkp.go.id/

Rabu, 19 Maret 2014

Bagaimana Cara meningkatkan Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia ?

Bagaimana Cara meningkatkan Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia ?

Ikan Merupakan Salah satu Makanan yang mempunyai Sumber protein Hewani yang tinggi, Daging ikan baik untuk tubuh manusia. Untuk Perkembangan dan pertumbuhan anak, daging ikan perlu diberikan kepada anak sejak usia dini.

Mengkonsumsi ikan merupakan salah satu program untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.
yang menjadi kendala dalam meningkatkan tingkat konsumsi ikan yaitu perbandingan jumlah ketersediaan ikan dengan peningkatan jumlah penduduk tidak seimbang, peningkatan jumlah penduduk cukup tinggi mengakibatkan bertambahnya jumlah orang yang perlu makan ikan. sehingga bila jumlah penduduk meningkat maka tingkat produksi ikan juga harus meningkat.

Environmental relationships of the characteristics of fish live fish

Environmental relationships of the characteristics of fish live fish


Adaptation of fish to the fish environment , influenced by the morphology of the fish itself carpenter .

environment will affect the life of fish and fish growth .
Environmental conditions and different circumstances will be occupied by different species of fish , the fish will grow optimally when the environmental conditions to support life , there are some fish that can live and grow in water with poor quality , but there are also fish that can not live and grow the unfavorable environmental conditions

environmental conditions of fish with poor water quality condition in which physical and chemical parameters of water does not meet optimum standards .

one example is the water quality parameters of dissolved oxygen , fish species that are resistant to low oxygen content are the type of fish that have labirin.contohnya ie catfish , carp , gouramis , as a basis to characterize that species of fish that have tools maze ie by observing the fish in the pond when the fish in the pond surface appears to take the air and then back again into the pool of the species of fish are fish that have a kind of labyrinth . expansion of the gill -shaped maze is hollow irregular folds .

if the fish do not have to live in a maze of low-oxygen conditions then the fish will - Why is the Why is the water surface . examples of this type of fish is tilapia fish , Tawes .

tilapia , carp , Tawes when living in conditions of low oxygen that fish will become stunted growth because oxygen is useful in the process of food metabolism .

Type Catfish , Cork , Gurame : environmental conditions ( into relatively deep water , high turbidity , concentrated , calm water is not flowing , high organic matter content , water oxygen levels are relatively low )

Mas fish species , tilapia , Tawes : environmental conditions ( water depth is relatively shallow , less turbidity , water flow , water oxygen levels high )

Padat tebar Ikan merupakan dasar dalam menentukan ketercapaian target produksi budidaya ikan

Padat tebar Ikan merupakan dasar dalam menentukan ketercapaian target produksi budidaya ikan


Berapa Besar Jumlah produksi ikan yang akan dicapai dalam suatu kolam tergantung dari berapa besar luas lahan budidaya yang kita miliki, jumlah pakan yang akan digunakan, Jenis ikan, volume ketersediaan air, sarana dan prasarana budidaya yang akan digunakan.

Luas Lahan
Luas Lahan Budidaya ikan di kolam merupakan faktor penentu dalam mencapai jumlah produksi, rumusnya adalah bila luas lahan besar maka produksinya secara signifikan akan besar dibandingkan dengan kolam yang luasannya kecil. Tapi hal ini bisa berpengaruh terbalik jika kolam yang luasnya besar belum tentu juga jml produksinya akan menjadi besar, kenapa demikian hal ini dipengaruhi oleh berapa besar atau berapa banyak kepadatan ikan yang akan ditebar per luasan kolam (per meter persegi) jika kolam yang kecil bila penebaran benih ikannya banyak per m2 nya maka akan banyak pula jml produksi yang akan dipanen.

C/ luas kolam 500 m2 ditebar 5 ekor /m2 maka jml ikan yang ada 2.500 ekor
     luas kolam 300 m2 ditebar 10 ekor /m2 maka jml ikan yang ada 3.000 ekor
     terdapat selisih 500 ekor


Minggu, 02 Maret 2014

Hubungan Lingkungan hidup ikan terhadap Sipat karakteristik Ikan

Hubungan Lingkungan hidup ikan terhadap Sipat karakteristik Ikan

Adaptasi ikan terhadap lingkungan hidup ikan dipengaruhi oleh sipat morfologi ikan itu sendiri.
lingkungan hidup ikan akan mempengaruhi hidup dan tumbuhnya ikan.
Kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda akan ditempati oleh jenis ikan yang berbeda pula, ikan akan tumbuh optimal bila kondisi lingkungan hidupnya menunjang,  ada sebagian ikan yang bisa hidup dan tumbuh pada kondisi air dengan kualitas kurang baik namun ada juga ikan yang tidak bisa hidup dan tumbuh pada kondisi lingkungan yang kurang baik

kondisi lingkungan hidup ikan dengan kualitas air yang kurang baik yaitu kondisi dimana parameter fisika dan kimia air tidak memenuhi standar optimal.

salah satu contoh parameter kualitas air yaitu kandungan oksigen yang terlarut, Jenis ikan yang tahan terhadap kandungan oksigen yang rendah yaitu jenis ikan yang mempunyai labirin.contohnya yaitu ikan lele, gurame, sepat, tambakan, sebagai dasar  untuk mencirikan bahwa jenis ikan yang mempunyai alat labirin yaitu dengan cara mengamati ikan di kolam bila ikan di kolam muncul kepermukaan untuk mengambil udara kemudian kembali lagi ke dalam kolam maka jenis ikan tersebut adalah jenis ikan yang mempunyai labirin. labirin adalah perluasan insang berbentuk lipatan berongga tidak teratur.

bila ikan yang tidak mempunyai labirin hidup pada kondisi oksigen rendah maka ikan tersebut akan mengap-mengap di permukaan air. contoh jenis ikan ini yaitu ikan Nila, Mas, Tawes.

ikan nila, mas, tawes bila hidup pada kondisi oksigen rendah ikan tersebut pertumbuhannya akan menjadi terhambat karena oksigen berguna dalam proses metabolisme makanan.

Jenis Ikan Lele, Gabus, Gurame : kondisi lingkungan hidup ( kedalam air  relatif dalam, kekeruhan tinggi, pekat, airnya tenang tidak mengalir, kandungan bahan organik tinggi, kadar oksigen air relatif rendah)

jenis ikan Mas, Nila, Tawes : kondisi lingkungan hidup (kedalaman air relatif dangkal, kekeruhan kurang, air mengalir, kadar oksigen air tinggi)





Selasa, 25 Februari 2014

Klasifikasi ilmiah ikan baung

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Bagridae
Genus: Hemibagrus

Minggu, 23 Februari 2014

klasifikasi dan sejarah ikan tawes

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Barbonymus
Spesies: B. gonionotus


Ikan Tawes yang nama latinnya  (Barbonymus gonionotus Bleeker, 1850) adalah merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di air  tawar dari anggota suku Cyprinidae.

Ikan Tawes ini merupakan salah satu jenis yang penting dan populer untuk dikembangkan dalam budidaya perikanan dan dapat dijadikan sebagai ikan konsumsi.

Secara alami ikan tawes menyebar luas di Indocina dan di kepulauan Sunda. ikan tawes ini Telah dibudidayakan di kolam-kolam ikan dan banyak di budidayakan di daerah jawa barat khususnya wilayah tasikmalaya.

semenjak abad ke-19, ikan tawes juga diintroduksi ke pulau-pulau lain yang ada di Indonesia ; misalnya ke pulau Sulawesi. Sementara, menurut catatan FAO, ikan ini juga diintroduksi ke Filipina (1956) dan ke India (1972).

Nama-nama lainnya untuk ikan tawes, di antaranya lawak, lalawak (Mly.); turub hawu (Sd.); dan tawes, badir (Jw.). Ada juga yang menyebutnya lampam jawa. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dinamai Java Barb, Silver Barb, atau juga Tawes.

TEKNIK PEMIJAHAN IKAN KOI

I. PENDAHULUAN

Koi termasuk ikan hias eksotis yang semakin banyak penggemarnya. Selain dipelihara sebagai hobi, koi juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan. Tentu saja bagi mereka yang benar-benar serius menekuninya. Selain pesona warna dan lekukannya yang indah, keistimewaan lain dari koi adalah keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air.

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets