Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Sabtu, 11 Juli 2015

Perbedaan seks sekunder pada ikan induk betok

Ukuran
Induk betina lebih besar (>90 g/kg), induk jantan lebih kecil (50-70 g/ekor)

Umur
Betina >10 bulan, jantan >6 bulan

Kepala
Induk betina membulat. Jantan bentuknya lonjong

Badan
Betina tebal membulat sedangkan jantan kurang tebal dan tidak membulat.

Warna tubuh
Betina lebih terang, jantan tidak terlalu terang.

Alat genital
Betina berwarna merah, jantan berwarna kemerahan

Perut
Betina membesar ke arah anus, jantan ramping

Bila perut diraba
Betina terasa lunak. Jantan biasa

Bila perut dipijat
Betina tidak mengeluarkan sesuatu, jantan mengeluarkan cairan putih.

Gerakan
Betina lamban. Jantan lincah dan garang.

Jumat, 03 Juli 2015

Ikan Lalawak

Ikan Lalawak
Lalawak atau lawak (barbodes ballaroides/Puntius bramoides) adalah  kerabat dekat ikan tawes, Namun,  lalawak mempunyai duri yang lebih sedikit dibandingkan dengan tawes. Lalawak adalah ikan air tawar asli yang hidup di perairan umum Indonesia.  Lalawak mempunyai prospek yang baik,  karena ikan ini dapat diproduksi sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias.  Ikan lalawak di kita sudah dipelihara sejak tahun 1975 di Sumedang,  namun perkembangannya di Indonesia sangat lamban. 

Sabtu, 20 Juni 2015

Reproduksi pada ikan bandeng

Reproduksi pada  ikan bandeng.
Ketika masih muda,  ikan bandeng hidup dan berenang di sekitar pantai dan ikan masuk ke muara-muara sungai,  namun ikan bandeng tetap memijah dan bereproduksi di laut.  Ikan Bandeng mulai dewasa ketika mencapai usia 3 tahun.  Di beberapa daerah perairan seperti perairan di  Gresik,  Surabaya,  Sidoarjo,  Sulawesi Selatan,  dan Nusa Tenggara,  sering ditemukan bandeng yang sedang bunting (matang gonad).  Bandeng ini berkembang biak atau memijah di dekat pantai pada perairan yang jernih,  di kedalaman 40-50 meter.  Ikan bandeng betina dapat bertelur dengan fekunditas sebanyak 5-6 juta butir.  Telur ikan bandeng yang dikeluarkan mempunyai diameter sekitar 1,2 mm dan akan menetas 24-34 jam setelah pembuahan.  Lar-  va ikan bandeng yang ditetaskan berukuran panjang sekitar 3,5 mm dan warnanya bening Larva ini bersifat planktonik dan terbawa oleh arus,  angin,  dan gelombang hing-  ga mencapai pantai yang biasa disebut nener.  Nener ini berukuran panjang sekitar 11-13 mm,  berat 0,01 g dan berumur 2-3 minggu. 

Kamis, 21 Mei 2015

Pembesaran ikan jelawat di kolam air tenang

Pembesaran Jelawat di KAT Kolam Air Tenang

Sebelum penebaran benih jelawat,  perlu persiapan kolam,  seperti perbaikan kolam,  pengolahan tanah,  pengapuran,  dan pemupukan.  Selesai pemupukan kolam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah.  Hari ke-5 air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm,  Setelah sehari semalam,  air kolam tersebut ditebar benih jelawat.  Benih jelawat berbobot rata rata 10 g/ekor ditebar dengan kepadatan 20 -30 ekor/m2.  Padat penebaran ini diturunkan atau dinaikkan sesuai dengan ukuran benih yang ditebar.  Bila benih berukuran kecil,  misalnya 3-7 g/ekor atau ukuran 4-7 cm/ekor padat penebarannya ditingkatkan Menjadi hingga 50-100 ekor/m2. Bila benih yang ditebar berukuran lebih besar,  misalnya 20-30 g/ekor,  padat penebarannya cukup 15 - 20 ekor/m2. 

Penebaran benih dilakukan pada waktu cuaca teduh,  misalnya pada pagi hari atau sore hari.  Selama pemeliharaan,  jelawat diberi pakan buatan berupa pelet yang mengandung protein minimal 25%.  Pakan yang baik mengandung protein sekitar 28% Pakan diberikan sebanyak 3-5% dari bobot badan /hari.  Pakan diberikan 3 kali dalam sehari.  Selain itu,  jelawat budi daya juga dapat diberi pakan tambahan berupa daun singkong,  daun talas,  daun pepaya,  sayur afkir,  telur afkir,  dan sebagainya.  Daun-daunan dan sayur afkir dapat langsung diberikan kepada jelawat,  sedangkan telur afkir direbus terlebih dahulu supaya lebih mudah dimakan jelawat.  Pemeliharaan jelawat di KAT dilakukan antara 5-6 bulan untuk menghasilkan kan konsumsi ukuran 200-250 gekor.  Bila pemeliharaan dilakukan 7-8 bulan,  jelawat akan mencapai ukuran 300-400 g/ekor.
Sumber M.Ghufran H. Kordi K. 2013

Rabu, 06 Mei 2015

Perbedaan induk jantan dan induk betina ikan jelawat

- berat induk betina > 2,5 kg dan induk jantan > 2 kg
- umur induk betina >2,5 tahun, induk jantan > 2 tahun
- pada perut induk betina  bila matang gonad perut bagian  belakang menggembung di pada bagian dada lunak.
- bila perut diurut pada induk jantan bila diurut  bagian perut ke arah belakang akan mengeluarkan cairan sperma.
- alat genital pada induk betina agak menonjol dan berwarna merah cerah. Sedangkan pada jantan berwarna merah dan berbentuk kerucut
- sisik pada induk betina sisik di bagian perut agak renggang.
- sirip dada dan penutup insang pada induk betina sirip dada terasa halus bila diraba. Dan pada induk jantan terasa kasar.
- gerakan induk betina lamban dan jantan lincah dan menjadi galak

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers