Custom Search

Minggu, 24 Januari 2016

AKUARIUM IKAN LOHAN



JENIS AKUARIUM UNTUK IKAN LOHAN

Akuarium ikan diset dengan aksesoris akuarium seperti batu-batu karang yang berwarna warni tanaman dari plastik latar belakang tanaman air

Kamis, 21 Januari 2016

Pemeliharaan Ikan Dengan Sistem Mina Padi

PEMELIHARAAN IKAN
DENGAN SISTEM MINA PADI
1.
PENDAHULUAN

Tujuan Pembangunan Nasional diantaranya adalah meningkatkan pendapatan petani. Salah satu caranya ialah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, seperti dengan menerapkan teknologi mina padi pada lahan persawahan.

Sistem pemeliharaan mina padi adalah ikan dipelihara bersama 30 hari dan benih ikan mencapai ukuran 30-40 ekor/kg dari waktu tanam hingga
penyiangan pertama atau kedua.
2.
TUJUAN

Tujuan sistim mina padi adalah untuk:
1)
Mendukung peningkatan produksivitas lahan.
2)
Meningkatan pendapatan petani.
3)
Meningkatan kualitas makanan bagi penduduk pedesaan.
3.
PERSYARATAN

1)
Petakan sawah mempunyai pematang keliling yang kuat, dapat menahan air dan tidak bocor. Lebar pematang 30-50 cm dan tingginya 40-50 cm.
2)
Saluran pemasukan dan pengeluaran dilengkapidengan saringan (kawat, bambu dan lainnya).
3)
Bentuk parit atau kemalir dan lebarnya disesuaikan dengan luas petakan sawah, yaitu 2-3 %. Dalam kemalir adalah 20-30 cm. Berbagai bentuk kemalir adalah sebagai berikut:
Description: http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Perikanan/images/mina_padi_01.gif
Description: http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Perikanan/images/mina_padi_02.gif
Description: http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Perikanan/images/mina_padi_03.gif
Description: http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Perikanan/images/mina_padi_04.gif
Gambar 1. Bentuk Kemalir
4)
Penanaman padi aturannya disesuaikan dengan ketentuan 10 (sepuluh) unsur paket teknologi, yaitu:
a.
Pengelolaan tanah meliputi: penggenangan, perbaikan pematang, pembabadan jerami, pembajakan dan pencangkulan serta pemerataan permukaan tanah.
b.
Tataguna air yang sesuai dengan jumlah dan waktu kebutuhan tanaman dan diatur secara bergiliran.
c.
Menggunakan benih berlabel biru dan memilih yang tahan terhadap genangan.
d.
Pemupukan berimbang, dimana dosis per hektar adalah UREA (200 kg), TSP (100 kg), KCL (75 kg), dan ZA(100 kg).
e.
Pengendalian hama secara terpadu tanpa membahayakan bagi kehidupan ikan.
f.
Pengaturan jarak tanam, pada musim hujan adalah 30 x 15 cm dan 22 x 22 cm untuk musim kemarau. Tiap rumpun padi terdiri dari 3 batang.
g.
Pengaturan pola tanam bertujuan untuk memotong siklus hidup hama.
h.
Pergiliran varietas padi yang ditanam.
i.
Penen dan pascapanen yang meliputi waktu panen, cara panen, perontokan, pembersihan, pengeringan dan penyimpanan.
j.
Penggunaan pupuk pelengkap cair atau zat pengatur tumbuh.
5)
Penanaman ikan.
a.
Jenis ikan yang paling umum dipelihara adalah ikan mas.
b.
Penebaran ikan dilakukan lebih kurang 4 hari setelah penanaman padi.
c.
Padat penebaran ikan adalah :
- ukuran (2-3) cm sebanyak 2-3 ekor/m2,
- ukuran (3-5) cm sebanyak 1-2 ekor/m2.
d.
Pemberian makanan tambahan dapat berupa dedak sebanyak 2-4 kg/ha/hari.
4.
PRODUKSI

Produksi ikan yang dapat dicapai setelah 30-40 hari pada masa pemeliharaan adalah:
1)
Benih (2-3) cm dengan derajat kelangsungan hidup (RS) 50-65 % ukuran yang dicapai (3-5) cm.
2)
Benih (3-5) cm, SR nya 60-70 % dan ukuran yang dicapai (5-8) cm.
5.
HASIL PENANAMAN IKAN

Keuntungan yang diperoleh berasal dari penanaman padi dan juga dari penanaman ikan. Keuntungan yang dilakukansatu kali musim tanam padi per ha adalah sebagai berikut:
1)
Biaya pengeluaran
a. Benih ikan 6 pinggan @ Rp. 4000,-
b. Pakan dedak 100 kg @ Rp. 125,-
Jumlah

Rp. 24.000,-
Rp. 12.500,-
Rp. 36.500,-
2)
Pendapatan
a. Produksi ikan 70 kg @ Rp. Rp. 2000,-

Rp. 140.000,-
3)
Keuntungan bersih
Rp. 103.500,-
Keterangan:
1 pinggan = 3000 ekor
1 kg = 166 ekor (ukuran (3-5) cm dengan SR 65 %.
6.
SUMBER

Brosur Pemeliharaan Ikan dengan Sistem Mina Padi, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perikanan, Balai Budidaya Air Tawar, Sukabumi- Indonesia, 1995
7.
KONTAK HUBUNGAN

Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perikanan, Balai Budidaya Air Tawar, Jl. Salabintana No. 17 Kotak pos 67, Sukabumi 43101, Tel. 0266 81211, 81240.


Selasa, 19 Januari 2016

teknik pemijahan ikan dengan penyuntikan hormon

Pada sistem reproduksi ikan, ikan terdiri atas alat kelamin, gonad, kelenjar hipofisa, dan saraf yang berhubungan dengan alat perkembangan alat reproduksi. System reproduksi tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain dan berinteraksi dengan menyesuaikan terhadap kondisi lingkungan. Sumantadinata (1997) mengatakan bahwa reproduksi ikan dikendalikan oleh tiga sumbu utama, yaitu : 
1. hipotalaums 
2. hipofisa 
3. gonad 
Secara alami, sistem kerja reproduksi ikan dipengaruhi oleh  lingkungan seperti suhu, cahaya, dan cuaca yang diterima oleh organ perasa dan meneruskannya ke system saraf. Selanjutnya, hipotalamus melepasakan GnRH (gonadotropin releasing hormon) yang bekerja merangsang kelenjar hipofisa untuk melepaskan GtH (gonadotropin). 

Gonadotropin akan berfungsi dalam perkembangan dan pematangan gonad serta pemijahan (Amri, 2008). Gonad sebagai organ reproduksi ikan merupakan salah satu dari 3 komponen yang terlibat dalam reproduksi ikan, selain sinyal lingkungan dan sistem hormon. Dalam proses pematangan gonad, sinyal lingkungan yang diterima oleh sistem saraf pusat ikan itu akan diteruskan ke hipotalamus. Akibatnya, hipotalamus melepaskan hormon GnRH. (Gonadotropin realizing hormon) yang selanjutnya bekerja pada kelenjar hipofisa.

Proses penyuntikan ikan 
Penyuntikan ikan sebaiknya ikan dibungkus dengan kain dan menutup matanya  agar tidak lepas. Untuk  ikan yang lebih besar biasanya penyuntikkan ikan dilakukan lebih dari satu orang, yakni orang pertama memegang ekor dan kepala, sedangkan orang yang lainnya menyuntikkan hormon ovaprim. Santoso (1997) penyuntikan disarankan mengarah ke bagian depan (arah kepala) ikan, agar tidak mengenai organ bagian pencernaan dan tulang ikan. Apabila mengenai organ tersebut maka proses penyuntikkan tidak akan memacu kelenjar hipofisa untuk mengeluarkan hormon GnRH dalam proses pemijahan (tidak terjadinya proses pemijahan). 

hal-hal yang perlu diperhatikan ketika  melakukan penyuntikan ikan, diantaranya: menggunakan jarum suntik yang tajam (bila memungkinkan gunakan single use syringe), lakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghindari penyuntikan terkena tulang, jarum suntik diposisikan menghadap mata untk menghindari kesalahan pembacaan jumlah hormon yang dimasukkan, masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stress berlebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pembalikan hormon keluar tubuh. Menurut Sutisna dan Sutarmanto (1995), teknik penyuntikan dengan arah jarum suntik membuat sudut 600 dari ekor bagian belakang dan jarum dimasukkan sedalam kurang lebih 1,5 cm. Hal ini ditujukkan supaya ovaprim benar – benar masuk ke bagian organ target.
            Teknik penyuntikan hormon pada tubuh ikan dilakukan melalui tiga cara yaitu 
1. intra muscular (penyuntikan kedalam otot), 
2. intra peritorial (penyuntikan pada rongga perut), dan 
3. intra cranial (penyuntikan di kepala) 
(Susanto, 1999). 

Dari ketiga teknik penyuntikkan di atas yang paling umum dan mudah dilakukan adalah penyuntikan dengan cara intra muscular, karena pada bagian ini tidak merusak organ yang penting bagi ikan dalam melakukan proses metabolisme seperti biasanya dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. 

Menurut Muhammad dkk (2001) secara intra muscular yaitu pada 5 sisik ke belakang dan 2 sisik ke bawah bagian sirip punggung ikan. Metode penyuntikan  lebih umum digunakan, baik penyuntikan melalui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritoneal. Penyuntikan hormon ke organ otot (intra muscular) memiliki resiko kerusakan organ kecil dan penyebaran hormon lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh namun obat kemungkinan dapat keluar kembali dari tubuh dan dapat menyebabkan iritasi pada bagian tubuh ikan. 

Sedangkan penyuntikan pada rongga perut (intra vena) pelaksanaanya lebih praktis dan tidak terlalu memperhitungkan volume hormon yang akan disuntikkan tetapi kerja dan peyebaran hormon lebih lambat dan rentan terhadap iritasi dan implantasi. 

sedangkan Pada penyuntikan hormon di bagian kepala ikan (intra cranial) kelebihannya cepat dan tepat pada sasaran namun beresiko tinggi terhadap kelangsungan hidup ikan dan berisiko terhadap kematian ikan. 
Ovaprim digunakan sebagai agen perangsang bagi ikan untuk memijah, kandungan GnRHa akan menstimulus pituatari untuk mensekresikan GtH I dan GtH II. 

Sedangkan anti dopamin menghambat hipotalamus dalam mensekresi dopamin yang memerintahkan pituatari menghentikan sekresi GtH I dan GtH II. Ovaprim pada ikan berfungsi untuk menekan musim pemijahan,mengatur kematangan gonad selama musim pemijahan normal, merangsang produksi sperma pada jantan untuk periode waktu yang lama dan volume yang lebih banyak, merangsang pematangan gonad sebelum musim pemijahan, maksimalkan potensi reproduksi, mempertahankan materi genetik pada beberapa ikan yang terancam punah dan mempersingkat periode pemijahan. lebih efektif bila dibandingkan dengan menggunakan hormon hipofisa.
Dosis

Dosis yang diberikan pada ikan memengaruhi waktu memijah dari ikan yang bersangkutan. Sebagai perbandingan, di bawah ini terdapat data hasil penelitian Zudin Assubukin (9793001), Dept. of Animal Husbandry mengenai waktu latensi pemijahan yang tercepat sampai terlama adalah sebagai berikut dosis 0,3 kl/kg/bw (507 menit; 8.27 jam), diikuti dengan dosis 0,4 ml/kg/bw (573 menit; 9.33 jam), 0,2 ml/kg/bw (576 menit; 9.36 jam) dosis 0,5 ml/kg/bw (607 menit; 10.17 jam), dan dosis 0,1 ml/kg/bw (691 menit; 11.31 jam), sedangkan kontrol tidak mengalami ovulasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan hormon ovaprim dengan dosis yang berbeda terhadap waktu latensi pemijahan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah sebagai berikut: waktu latensi pemijahan pada dosis 0,3 ml/kg/bw, hatching rate (HR) pada dosis 0,4 ml/kg/bw dan survival rate (SR) pada dosis 0,3 ml/kg/bw. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan penggunaan hormon ovaprim yang optimum untuk pemijahan ikan lele dumbo adalah 0,3 ml/kg/bw.

Jumat, 15 Januari 2016

sehatkah mengkonsumsi lobster

SEHATKAH MENGKONSUMSI LOBSTER?

Rasa lobster memang lezat,apakah enak juga untuk kesehat?Ada beberapa kriteria untuk menentukannya.
1. TINGKAT KANDUNGAN MERKURI
Beberapa ikan seperti ikan pedang, ikan hiu, dan king mackerel ditengarai mengandung merkuri tingkat tinggi. Bila dimakan, maka kandungan merkuri tersebut dikhawatirkan berbahaya bagi tubuh. Tetapi kenyataannya adalah lobster tidak memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Lobster mengandung  sejumlah merkuri dalam jumlah yang secara alami terdapat dalam semua ikan.

2. PARASIT DAN VIRUS
Dokter dan juga beberapa orang berpikir bahwa lobster mengandung parasit dan virus. Tapi mereka tidak melihat satu hal,bahwa semua makhluk hidup juga mengandung parasit dan virus.Kuncinya adalah memasak daging dengan baik sebelum makan. Hal ini dapat menghilangkan semua bateri dan kuman.

3. PEMAKAN MAKANAN BUSUK
Argumen kuat yang menimbulkan pertanyaan adalah lobster pemakan makanan yang busuk dan ini menimbulkan anggapan bahwa lobster tidak sehat untuk tubuh. Tapi hal tersebut sama sekali tidak benar. Bahkan, sama halnua seperti manusia yang tidak mau makan daging busuk dan basi dan akan lebih memilih daging segar. Begitu juga dengan lobster. Lobter makan ikan hidup, kerang, tiram dan kepiting.


MANFAAT LOBSTER  BAGI KESEHATAN

1. Protein
Lobster adalah sumber protein yang sangat baik. Protein penting bagi tubuh kita untuk energi dan pemantapan produksi gula darah. Hal ini juga membantu menurunkan berat badan. Kandungan protein lobster lebih tinggi dari ayam dan sapi, sedangkan kalori nya lebih rendah daripada daging ayam dan sapi.

2. Asam lemak omega-3
Daging lobster mengandung asam lemak omeg-3 dalam jumlah tinggi. Asam lemak omega-3 penting untuk mencegah penyakit jantung dan menjaga kesehatan jantung. Telah terbukti bahwa orang-orang yang beresiko tinggi terhadap gangguan jantung,mendapat manfaat dari lobster karena kandungan omega-3 di dalamnya.




3. Membantu menurunkan berat badan
Lobster adalah makanan pilihan yang sangat baik bagi orang yang ingin mengubah gaya hidup, dan membuatnya menjadi lebih sehat dan lebih baik. Lobster sangat rendah lemak, rendah kalori dan rendah kolesterol, tetapi masih memberikan nutrisi yang diperlukan.

4. Daging lobster mengandung, vitamin ,seng, kalium, vitamin B12 dan selenium. Semua itu sangat penting bagi kesehatan. Kandungan seg di dalam lobster dapat meningkatkan vitalitas, libido menjadi lebih kuat dan tahan lama serta meningkatkan stamina.
5. Mengkonsumsi daging lobster sama halnya dengan mengkonsumi multi vitamin tablet atau suplemen kesehatan.
Jadi apakah lobster baik untuk kesehatan?jawabnya YA. Asal ingat satu hal, dalam mengkonsumsi apapun, semuanya jangan berlebihan. Sebab segala sesuatu yang berlebihan atau kekurangan tidak baik akibatnya.

Sumber : Warta PasarIkan Edisi November 2010, volume 87

Rabu, 13 Januari 2016

Teknologi budidaya ikan patin siam

TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN SIAM
(Pangasionodon hypopthalmus)
Disusun oleh : H. Dodi Sudenda (Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat)
Ikan patin siam merupakan jenis ikan yang memiliki kemampuan produktivitas tinggi, sehingga tepat untuk memenuhi kebutuhan protein ikan bagi masyarakat.
JENIS IKAN PATIN
a. Patin Jambal
Patin lokal yang banyak ditemukan di sungai-sungai besar di Indonesia. Struktur daging lebih kompak,warna daging putih, rasa lebih gurih. Jumlah telur rendah. Hidup di air dengan kadar oksigen tinggi.
b. Patin Siam

JENIS-JENIS IKAN NILA

JENIS-JENIS IKAN NILA

Ikan nila pertama kali masuk Indonesia lewat Jawa Barat pada tahun 1969. Ikan ini diintroduksi dari Taiwan (Anomim, 2008). Pada tahun 1975 didatangkan nila hibrid (hasil silang T.nilotica dan T. Mossambica) dari Taiwan. Nila merah muncul pada tahun 1981, diintroduksi dari Philipina. Pada tahun 1988-1989 didatangkan parent stock nila chitralada dari Thailand namun tidak berkembang (Anonim, Dinas Perikanan Jawa Barat 2008).
Jenis-jenis ikan nila yang berkembang saat ini antara lain:
  1. Ikan nila GIFT
Nila GIFT (Genetic Improvement Farm Tilapia)merupakan varietas baru dari jenis ikan yang dikembangkan oleh ICLARAM di Philipina.Ikan nila GIFT tersebut diintroduksi dari Philipinaa pada tahun 1995-1997 (Anonim, 2008).
  1. Ikan nila TA
Nila TA belum banyak dikenal masyarakat. Nila TA mirip dengan nila GIFT. Bedanya, garis-garis vertikal pada tubuh dan ujung sirip punggung lebih sedikit dibanding nila GIFT. Selain itu pada nila TA terdapat garis tepi berwarna merah pada sirip punggung dan ekor nila TA jantan.

  1. Nila GESIT
Merupakan jenis nila hasil pemuliaan yang dilakukan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT-KKP RI) Sukabumi bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Ikan nila gesit (Genetically Supermale Indonesia Tilapia) adalah nila yang secara genetis diarahkan menjadi jantan super. Perbaikan  genetis, yaitu menciptakan kromosom sex YY yang dibuat dengan metode rekayasa kromosom sex  ikan nila jantan normal (kromosom XY) dan betina (kromosom XX).
         Pemuliaan memerlukan  waktu sekitar 6 tahun di kolam percobaan IPB Dramaga (2001-2004) dan di BBPBAT Sukabumi (2002-2006).
         Ikan nila GESIT adalah hasil pemuliaan yang mendapatkan ikan nila monosex jantan. Dasar pemikirannya adalah ikan nila yang berkelamin jantan tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan ikan nila GESIT monosex jantan lebih cepat sekitar 50 % dibanding yang berkelamin betina. Dengan penyediaan benih monosex jantan maka diharapkan terjado peningkatan produktivitas ikan secara nyata (Amri, Kh dan Khairuman, 2008).

  1. Ikan Nila Nirwana
Nila nirwana (nila ras wanayasa) dirilis 15 Desember 2006 oleh Dirjen Budidaya melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Pemuliaan selektif ikan nila nirwana dimulai pada tahun 2002 yang dilaksanakan di Balai Pengembangan Benih Ikan  (BPBI) Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Wanayasa dengan mengoleksi 18 famili ikan nila. GIFT generasi ke-6 dari 24 famili ikan nila GET dari Philipina. Sumber genetik kegiatan seleksi adalah GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) dan GET (Genetically Enhanced Tilapia). Dalam kurun waktu pengerjaan selama 3 tahun, dari tahun 2003-2006, BPBI Wanayasa telah menyeleksi 500 ekor benih yang dihasilkan oleh setiap pasang famili mendapatkan 10 pasang induk penjenis (Great Grand Parent Stock), yang selanjutnya diberi nama nila nirwana.
Dari GGPS diperoleh induk dasar (Grand Parent Stock) yang akan menghasilkan induk  sebar atau Parent Stock (PS). PS merupakan induk akhir yang menghasilkan benih sebar untuk kebutuhan para pembudidaya.
Keunggulan nila nirwana terletak terletak pada kecepatan pertumbuhannya. Bobot nila nirwana mampu meningkat sekitar 45% pada generasi ke-3 (F3) dibandingkan  dengan generasi awalnya.
Pemeliharaan sejak larva hingga berbobot di atas 65o gram/ekor dapat dicapai dalam waktu 6 bulan. Hal ini jauh lebih cepat dari nila jenis lain. Bentuk tubuh nila nirwana relatif lebih lebar dengan panjang kepala yang lebih pendek. Nila ini memiliki tekstur daging yang lebih tebl dibandingkan jenis nila lainnya.
  1. Nila BEST
Nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) merupakan nila hasil perbaikan genetik yang dilakukan oleh Balai Riset Budidaya Air Tawar Bogor. Nila BEST dinyatakan lulus uji pada tahun 2008. Ikan nila jenis ini mempunyai kemampuan tumbuh yang cepat. Ikan nila BEST juga mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap salinitas (Anonim, Dinas Perikanan Jawa Barat, 2008, Odang, C. Adi S, Penebar Swadaya, 2009).
 Sumber :Sapto Ciptanto (Top 10 Ikan Air Tawar)


komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets