Custom Search

Kamis, 20 Agustus 2015

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

PRINCIPLES OF POND FISH CULTURE

1. Fish are dependent for food directly or indirectly on plants.
2. The weight of fish which can be produced in natural waters is dependent upon the ability of the water to raise the plants. We could increase production by adding plant organic matter produced elsewhere.
3. The ability of water to produce plants is dependent upon sunshine, temperature, CO2, Mineral from soil or rocks, nitrogen (NO3- and NH4-) , O2 and water.
4. The Natural fertility of the water is dependent on the fertility of the soil in pond bottom and watershed.



Kamis, 04 September 2014

Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia Tahun 2014

PENGUMUMAN

Nomor B-103/SJ.2/KP.310/VIII/2014
TENTANG 

PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

KEMENTERIAN  KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN 2014

Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Tahun 2014 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 370 Tahun 2014 mendapat Tambahan Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pelamar umum sejumlah 518 orang, yang akan ditempatkan/ditugaskan untuk mengisi kekosongan jabatan pada Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut :
selanjutnya ......

Sumber : http://www.ropeg.kkp.go.id

Sumber Berita: www.ropeg.kkp.go.id

http://www.ropeg.kkp.go.id/berita-pengumuman-pengadaan-cpns-tahun-2014.html##ixzz3COcGixYa

Sabtu, 09 Agustus 2014

Klasifikasi Udang Cherax

Klasifikasi Udang Cherax

Cherax sp

Bahasa Inggris : Redclaw

Deskripsi
Ordo : Decapoda
Famili : Parastacidae
Genus : Cherax
Ciri-ciri : Ukuran Tubuhnya secara alami besar.  Badannya terdiri dari dua bagian, yaitu kepala (cephalotorax) dan badan (abdomen) Ada bagian antaranya yaitu subcephalotorax. seluruh tubuhnya diselimuti dengan cangkang yang dikenal sebgai karapas yang berbahan zat tanduk atau kitin.


sumber : KKP. Ditjen Perikanan Budidaya, direktorat produksi, 2012

Kamis, 24 Juli 2014

Perbedaan pengertian antara tambak dan Kolam



Perbedaan pengertian antara tambak dan Kolam 

Tambak :
Wadah berupa lahan atau tempat yang dibuat khusus untuk membudidayakan ikan yang dibatasi oleh pematang / tanggul yang letaknya di pantai atau pesisir dimana sumber airnya berasal dari air laut dan atau air payau.

Kolam :
Wadah berupa lahan atau tempat yang dibuat khusus untuk membudidayakan ikan yang dibatasi oleh pematang / tanggul yang letaknya di daratan, dimana sumber airnya merupakan air tawar yang berasal dari danau, waduk, sungai, saluran irigasi, rawa atau mata air. Sumber : Kementerian kelautan dan perikanan, direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Direktorat Produksi, tahun 2012. 


Kolam Ikan  = wadah untuk membudidayakan ikan,

1.            Undang-undang Republik Indonesia No. 45 tahun 2009, tentang perubahan atas  Undang-undang nomor 31 tahun 2004. Tentang Perikanan. Pasal 1 Ayat 3. Lingkungan sumber daya ikan adalah perairan tempat kehidupan sumber daya ikan, termasuk biota dan faktor alamiah sekitarnya


2.            Keputusan Menteri Kelautan dan  Perikanan  Republik Indonesia Nomor Kep.02/men/2007 tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik. BAB I Pengertian Umum  Huruf A. Poin 11.  Pengertian dari Wadah Budidaya  adalah tempat untuk memelihara ikan.

Kolam ikan  terdiri dari  :
1.            Kolam Air Tenang (KAT)
2.            Kolam Air Deras (KAD)

Rabu, 23 Juli 2014

ciri ikan sidat

ikan sidat
bahasa Inggris : Freshwater eels
di pulau jawa ikan sidat disebut dengan nama Mowa, Sidat, Olling, Lara.

Deskripsi
Ordo : Apodes
Famili : Anguillidae
Genus : Anguilla
Ciri - ciri ikan Sidat Tubuh Ikan sidat ini memiliki tubuh yang panjang serta tubuhnya dilapisi sisik kecil berbentuk memanjang. Susunan sisiknya tegak lurus terhadap panjang tubuhnya.
Pada Sirip bagian anus menyatu serta berbentuk seperti jari-jari yang melemah. sirip dada terdiri atas 14 - 18 jari-jari sirip (suitha dan Suhaeri, 2008) kulitnya halus berwarna kecoklatan. pada bagian punggung berwarna hijau, dan pada bagian perut berwarna putih bersih (Sasongko, dkk 2007)
pajang kepala sidat 8 - 12 kali mata. Badan berwarna gelap dan tidak berbintik-bintik dan bagian perut lebih cerah.


Rabu, 16 Juli 2014

Arapaima gigas

Arapaimapirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar yang mempunyai ukuran raksasa, ikan ini  berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal dengan panjang  3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.


Klasifikasi Ilmiah 

kerajaan : Animalia
Filum : Chordata 
kelas : Actinopterygii
Ordo : Osteoglossiformes
Famili : Osteoglossidae
Upafamili : Heterotidinae
Genus : Arapaima 
Spesies : A. gigas

Sabtu, 14 Juni 2014

Kementerian Kelautan dan Perikanan dorong upaya pencegahan introduksi ikan asing

KKP Dorong Upaya Pencegahan
Introduksi Ikan Asing

Terancamnya beberapa jenis ikan endemik dan punahnya beberapa jenis ikan endemik Indonesia di beberapa perairan umum merupakan ancaman serius terhadap keanekaragaman dan kelestarian sumberdaya ikan Indonesia. Kenyataan ini memberi pelajaran untuk segera mengambil langkah konkrit dan strategis agar dampak negatif dari introduksi ikan asing dapat diminimalisir.  Untuk itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan upaya konkrit dan strategis dalam rangka mencegah dan mengendalikan species invasif. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo di Jakarta, Senin (9/6).

Menurut Sharif, upaya yang telah dilakukan KKP diantaranya penyusunan regulasi sebagai penjabaran lebih lanjut atas pengesahan konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati. Kedua, disusun pijakan bagi institusi teknis dalam menyusun ketentuan operasional dalam pelaksanaan pengawasan dan pengendalian Species Invasif. “Untuk itu perlu segera ditetapkan Species Invasif dari jenis ikan, sehingga pelaksanaan pengawasan dan pengendaliannya  menjadi semakin lebih fokus dan terarah”, kata Sharif.

Sharif menjelaskan, untuk mencegah dan mengendalikan species invasif perlu keterlibatan berbagai pihak secara bersama melalui koordinasi yang kuat lintas sektoral untuk membangun kebersamaan di tingkat nasional.  Termasuk upaya peningkatan dukungan pemerintah terhadap penelitian dan pengembangan terkait dengan dampak species asing invasif, seperti dengan metode untuk mitigasi dampak. Perlunya segera dilakukan pengendalian terhadap species invasif yang sudah menetap secara domestik bersama instansi pemerintah lainnya. Seperti dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup) dibawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup sebagai focal point dari Convention on Biological Diversity (CBD). “Perlu dibangun sebuah sistem informasi yang lengkap menyangkut penyebaran dan peredaran, deteksi ancaman dan serangan. Serta upaya pengendalian dan eradikasi species invasif  domestik atau internasional di masing-masing kementerian teknis, yang saling bertaut,” tambah Sharif.

Menyadari pentingnya hal tersebut, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bersama beberapa kementerian terkait, hari ini (9/6) menyelenggarakan Seminar tentang Strategi Nasional Pengelolaan Spesies Invasif. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman tentang strategi dan langkah-langkah pengelolaan spesies invasif di Indonesia, sekaligus sebagai langkah nyata dalam pencegahan dan pengendalian SAI di tanah air.

Kepala BKIPM  Narmoko Prasmadji disela kegiatan seminar tersebut menjelaskan, upaya pencegahan terhadap species yang berpotensi sebagai species invasif, harus dapat dilaksanakan di semua titik-titik pelabuhan pemasukan di seluruh Indonesia. Terutama dengan mengintegrasikan perkarantinaan dan penilaian resiko lingkungan sebelum dilakukan suatu introduksi species. Upaya lain, mengembangkan kerangka kerja legal berkaitan dengan spesies invasif di Indonesia sebagai dasar aturan analisis risiko dan sistem pengendalian species invasif. Baik untuk pemasukan dan pengeluaran maupun untuk eradikasi species invasif yang sudah mapan di Indonesia. Perlu juga dilakukan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap species invasif, melalui sosialisasi, edukasi maupun penegakan hukum. “KKP juga telah berupaya mengendalikan  kemungkinan masuknya jenis asing invasif tersebut dengan menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.17/MEN/2009 tentang Larangan Pemasukan Beberapa Jenis Ikan Dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia,” ungkap Narmoko.

Narmoko menjelaskan, dampak negatif introduksi ikan asing, telah dirasakan di Indonesia dan banyak Negara.  Meledaknya populasi ikan Sapu-sapu, Keong Mas dan ikan Mujair di beberapa perairan umum menunjukkan adanya dominasi dan ketidak seimbangan populasi yang  dapat menurunkan populasi bahkan mungkin kepunahan species ikan asli di perairan. Populasi ikan Mujair di Waduk Cirata semakin berkurang, tapi ironisnya populasi ikan Louhan meningkat, sedangkan di waduk Sempor, Jawa Tengah, ikan Wader dan ikan Betik yang dulunya berlimpah sekarang sudah jauh berkurang, dan sebaliknya ikan Oscar dan Louhan banyak ditemukan. “Ikan-ikan asli di perairan Bangka seperti Belida, Tapah, sekarang populasinya tergusur oleh ikan Toman yang dahulu ditebarkan sebagai upaya reklamasi bekas galian tambang,” katanya.

Ditambahkan, populasi ikan Depik, ikan asli danau Laut Tawar, Aceh  mulai terdesak oleh ikan Nila yang diintroduksikan ke danau tersebut. Ikan setan merah (red devil) yang masuk secara tidak sengaja bersama aneka jenis benih ikan di waduk Sermo, Yogyakarta populasinya semakin tidak terkendali, memangsa ikan lain seperti ikan Mas, Tawes, Nila di waduk tersebut. Setelah 10 tahun sejak ikan itu masuk ke waduk tersebut, hasil tangkapan semakin menurun dan sekitar 75% dari hasil tangkapan adalah ikan red devil. Saat ini ikan tersebut juga semakin mengancam populasi ikan lain di Waduk Cirata, dan Kedung Ombo. “Contoh lain, Lobster air tawar Cherax quadricarinatus yang diintroduksikan ke danau Maninjau, Sumatera Barat dikhawatirkan akan menjadi jenis invasif karena lobster ini mempunyai laju pertumbuhan dan fekunditas yang superior,” tambah Narmoko.

Menurut Narmoko, bersamaan masuknya jenis ikan asing, masuk juga beberapa jenis penyakit asing eksotik yang menyerang ikan budidaya maupun ikan perairan umum. Beberapa jenis penyakit eksotik yang masuk ke Indonesia ada 13 jenis. Diantaranya, Lerneae cyprinacea, pada ikan Mas, Viral Nervous Necrosis Virus (VNNV)  pada ikan Kerapu, Koi herpesvirus (KHV) pada ikan Koi dan Mas, White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan taura Syndrome Virus (TSV) pada udang.  Wabah penyakit pertama diketahui tahun 1932 di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang disebabkan  parasit Ichthyophthirius multifilis yang diduga masuk ke Indonesia bersama ikan yang diimpor dari Amerikan dan Eropa. Parasit Myxobulus pyriformis menyebabkan kematian masal benih ikan Mas di Jawa Tengah pada tahun 1951. ”Lernaea cyprinacea, parasit cacing berbentuk jangkar yang berasal dari Jepang masuk pada awal 70-an menyebabkan kematian sekitar 30% benih ikan Mas, ikan Tawes, ikan Tambakan, ikan Gurame  di pulau Jawa, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara,” jelasnya. 

 

Jakarta,  10  Juni  2014

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi
sumber : http://www.kkp.go.id

Sabtu, 24 Mei 2014

ikan Hampala (Beureum Panon) /Brek, Puntius orphoides,

ikan Hampala Brek, Puntius orphoides,


Ikan Hampala /Brek atau mata merah (Puntius orphoides) adalah merupakan  sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan ini menyebar luas di Indocina dan kepulauan Sunda[3]. Nama-nama lainnya, di antaranya: maroca, marococa, wadonan (Btw.); brek, pekiseh, lunjar, wader(Jw); dan sisik milik, ampa (Sd.)[4]
Di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, ikan ini juga dikenal dengan sebutan beureum panon (Sd.: mata merah).
Dalam bahasa Inggris, ikan brek dikenal dengan nama Javaen Barb.
Klasifikasi ikan hampala /beureum panon
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Cypriniformes
Famili:Cyprinidae
Genus:Puntius
Spesies:P. orphoides


Ciri Ikan hampala , Ikan ini yang bertubuh sedang, panjang total (ujung kepala sampai ujung ekor) hingga mencapai 250 mm. jumlah Gurat sisi antara 31-34 buah. 5-5½ sisik di antara awal sirip dorsal dengan gurat sisi. pada  Batang ekor dikelilingi 16 sisik. Jari-jari keras (duri) yang terakhir pada sirip dorsal bergerigi 30, halus. 
Sirip ekor ikan hampala ini dengan tepi atas dan bawah berwarna hitam; bintik hitam pada batang ekor. pada Ikan hampala muda dengan beberapa deret bintik gelap sepanjang barisan sisiknya.[3]
Tinggi tubuh ikan ini 2½ hingga hampir 3 kali berbanding panjang standar (tanpa sirip ekor). Panjang kepala 3,2 – 4 kali berbanding panjang standar. 
Mata 4-6 kali lebih pendek daripada panjang kepala. Rumus sirip dorsal IV (jari-jari keras).8 (jari-jari lunak); sirip dubur III.5; sirip dada I.14-16; dan sirip perut I.8. Sirip perut lebih pendek daripada sirip dada, tidak mencapai anus.
sumber : http://id.wikipedia.org/

Klasifikasi Ikan Lele

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Actinopterygii
Ordo:Siluriformes
Famili:Clariidae
Genus:Clarias
Scopoli, 1777

Ikan Lele, secara ilmiah ikan lele banyak spesiesnya. Tidak mengherankan pula apabila lele di indonesia mempunyai banyak nama daerah. 
Antara lain: 
- ikan kalang (Sumatera Barat), 
- ikan maut (Gayo dan Aceh), 
- ikan sibakut (Karo), 
- ikan pintet (Kalimantan Selatan), 
- ikan keling (Makassar), 
- ikan cepi (Sulawesi Selatan), 
- ikan lele atau lindi (Jawa Tengah
- ikan keli (Malaysia), 
- ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).
- Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), 
- plamond (Thailand), 
- gura magura (Srilangka), dan 鲇形目 (Tiongkok). 
- sedangkan untuk dalam bahasa Inggris disebut pula catfishsiluroidmudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunanichlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air
sumber : http://id.wikipedia.org/

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Google+ Followers