Postingan

Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) / Cendawan (Jamur)

Cendawan (Jamur)   Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS )                                                   Penyebab : Aphanomyces invadans    Karakteristik Patogen : -      Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) dan / atau Mycotic   Granulomatosis (MG) dan/atau Red-spot disease (RSD) adalah p enyakit b orok (ulcer) disebabkan infeksi cendawan   A. invadans ; -      Spora cendawan ini menginfeksi permukaan t ubuh ikan, sehingga akan  menyebabkan    borok; -      Inang penyakit ini   meliputi ikan air tawar dan payau    yaitu ikan    betutu, gabus, betok, gurame,    lele dan tambakan; -      Tingkat mortalitas /kematian berkisar antara 20–80 % C.    ...

Enteric Septicemia of Catfish (ESC)

Enteric Septicemia of Catfish (ESC) A.  Penyebab : Edwarsiella ictaluri B.  Karakteristik patogen : - Edwardsiella ictaluri berbentuk seperti batang, dan bersifat gram negatif,  Edwardsiella ictaluri  bergerak dengan bantuan flagella , tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif anaerob ;     -  Bakteri ini awalnya diketahui menginfeksi ikan cannel catfish ,  namun belakangan          diketahui   dapat menginfeksi jenis ikan lainnya seperti: lele, patin, dan sidat. - Secara percobaan, beberapa jenis ikan seperti trout, nila, salmon dan ikan hias juga dapat terinfeksi jenis bakteri ini; -    Penularan penyakit dapat secara horizontal yaitu kontak antara inang satu dengan inang lainnya atau melalui air pada media budidaya; -    Kasus ESC umumnya terjadi pada saat temperature air relatif hangat yaitu sekitar 22-28 0 C, namun pada saat suhu air dibawah 2...

Edwarsiellosis

Edwarsiellosis A.  Penyebab : Edwarsiella tarda B.  Karakteristik patogen : -    Edwardsiella tarda   berbentuk batang bengkok,  merupakan bakteri gram  negative, bakteri ini bergerak dengan bantuan flagella , tidak membentuk spora atau kapsul, bersifat fakultatif anaerob , dan mampu memproduksi H2S; -    Bakteri ini  bisa dijumpai pada lingkungan air tawar dan air laut, bakteri ini menginfeksi beberapa jenis ikan antara lain : salmon, catfish, mas, nila. Beberapa inang alamiah dapat  bertahan sebagai carrier; -    Penularan penyakit bisa terjadi secara horizontal yaitu menyebaran melalui kontak antara inang satu dengan inang lainnya atau melalui air; -  Kasus edwardsiellosis umumnya terjadi pada suhu air kolam yang relative tinggi (±30 0 C) dengan kandungan bahan organik yang terlarut dalam air cukup tinggi; -    Tingkat kematian ikan tergantung pada kondisi lingkungan, p...

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis A.  Penyebab : Pseudomonas spp. B.  Karakteristik patogen : -    Bakteri tergolong kepada bakteri gram negatif dan non-spora. Bakteri bersifat aerobik, dengan ukuran 3 µm x 0,5 µm, motil, memproduksi pigmen fluorescent, dan bakteri berkembangbiak di tanah dan air; -    Penyakit  pseudomoniasis   ini merupakan  penyakit bakterial yang sering terjadi  pada semua umur dan  jenis ikan, baik ikan air tawar maupun air laut; -     Pseudomonas ini merupakan agen penyakit yang berbahaya terutama pada ikan air tawar serta dapat berakibat kematian yang tinggi karena penyakit ini menular dalam waktu cepat bila kondisi perairan memungkinkan; -     Penyebaran penyakit  pseudomoniasis adalah melaui kontak langsung dengan ikan yang terkena penyakit atau dengan lingkungan yang tercemar;  - Serangan penyakit ini bisa terjadi bila ikan stres...

Mycobacteriosis/Fish TB

Mycobacteriosis/Fish TB A.   Penyebab : Mycobacterium marinum (air laut) dan M. fortuitum (air tawar) B.   Karakteristik patogen : -     Merupakan jenis bakteri gram positif, berbentuk batang pendek dan non-motil; -               Infeksi bakteri Mycobacterium terjadi umumnya pada ikan yang hidup di lingkungan dengan air yang  tenang/diam  ( stagnant ) jenis ikan seperti gurame dan cupang yang hidup pada kondisi air tenang  tersebut sering terinfeksi penyakit Mycobacteriosis; -     Untuk k olam tadah hujan dan kolam pekarangan dengan sumber air yang minim akan lebih rentan terhadap infeksi jenis penyakit ini; -     Ikan budidaya yang terinfeksi oleh Mycobacterium menunjukkan  tanda-tanda yang variatif, namun sering pula tidak menunjukkan gejala klinis sama sekali; -      S...

Penyakit Streptococciasis

Penyakit Streptococciasis A.  Penyebab : Streptococcus agalactiae, S. iniae, B.  Karakteristik patogen : -    Bakteri gram positif, berbentuk bulat kecil (cocci), bergabung menyerupai rantai, non-motil, koloni transparan dan halus. -   Bakteri Streptococcus iniae sering menginfeksi pada budidaya ikan air laut; sedangkan S.     Agalactiae lebih banyak ditemukan pada ikan yang dibudidayakan di  air tawar. -    Serangan kedua jenis bakteri tersebut umumnya bersifat kronik–akut. -    Jenis ikan yang sering dilaporkan terkena penyakit streptococciasis adalah ikan  nila. -          O rgan infeksi Streptococcus spp. Banyak ditemukan pada otak dan mata ikan, sehingga disebut “syndrome meningoencephalitis dan panophthalmitis”, dan ikan yang  terinfeksi penyakit ini sering menunjukkan tingkah laku abnormal sep erti kejang-kejang berenang berputar serta mata menj...

Ciri-ciri Induk Ikan Nila yang berkualitas

Ciri-ciri Induk Ikan Nila yang berkualitas Berat ikan Nila yang akan dijadikan sebagai induk harus mencapai berat kurang lebih 100 gram/ekor. Ciri induk jantan dan betina ikan nila yang berkualitas adalah Induk   betina 1.        Berat induk ikan nila betina sekitar 100 gram/ekor 2.        Pada bagian perut berwarna putih dan terlihat mengembang. 3.        Ketika perutnya dipijat tidak mengeluarkan cairan Inuk Jantan 1.        Berat induk jantan sekitar 100 gram/ekor 2.        Pada bagian perut terlihat pipih dengan warna kehitaman 3.        Bila tubuh dipijat akan mengeluarkan cairan.