Postingan

Branchiomycosis

Branchiomycosis A.  Penyebab : Branchiomyces sanguinis dan  B.demigrans . B.  Karakteristik Patogen : -      Penyakit ini menginfeksi semua jenis ikan yang hidup pada air tawar, dan  sasaran   organ yang diserang adalah insang ikan (filamen dan pembuluh darah di lamella insang).   Apabila jaringan dan/atau sel insang mengalami kematian atau lepas, maka spora jamur akan keluar dan menginfeksi  pada  inang   lainnya. -      Temperatur optimum air kolam pada kisaran 25-31 o C dengan masa inkubasi 2-4 hari (tergantung suhu air). -      Infeksi bersifat kronis hingga akut dengan mortalitas  ikan  mencapai 100% dalam tempo yang relative singkat (1-2minggu). C. Gejala klinis : -   Ikan bernafas dengan tersengal-sengal di Permukaan air dan bergerak lambat. -     Insang mengalami nekrosa ber...

Saprolegniasis

A.  Penyebab : Saprolegnia spp. dan Achlya spp. B.  Karakteristik Patogen :        -   Ciri memiliki hifa yang begitu panjang dan tidak  bersepta, hidup pada lingkungan   air tawar tetapi ada              yang bisa     hidup pada salinitas 3 promil. -        Tumbuh optimum pada temperatur    air   18-26 o C.      Reproduksi secara aseksual, melalui hifa   Fertile untuk memprodusi spora infektif. -          Menginfeksi semua jenis ikan yang hidup di air tawar  termasuk menginfeksi   telurnya. -        Pemicu patogenisitas cendawan ini a ntara lain :        adanya luka pada tubuh, malnutrisi, suhu & kandungan oksigen yang rendah, bahan organik yang tinggi, kualitas telur buruk/infertil dan/atau kep...

Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) / Cendawan (Jamur)

Cendawan (Jamur)   Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS )                                                   Penyebab : Aphanomyces invadans    Karakteristik Patogen : -      Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) dan / atau Mycotic   Granulomatosis (MG) dan/atau Red-spot disease (RSD) adalah p enyakit b orok (ulcer) disebabkan infeksi cendawan   A. invadans ; -      Spora cendawan ini menginfeksi permukaan t ubuh ikan, sehingga akan  menyebabkan    borok; -      Inang penyakit ini   meliputi ikan air tawar dan payau    yaitu ikan    betutu, gabus, betok, gurame,    lele dan tambakan; -      Tingkat mortalitas /kematian berkisar antara 20–80 % C.    ...

Enteric Septicemia of Catfish (ESC)

Enteric Septicemia of Catfish (ESC) A.  Penyebab : Edwarsiella ictaluri B.  Karakteristik patogen : - Edwardsiella ictaluri berbentuk seperti batang, dan bersifat gram negatif,  Edwardsiella ictaluri  bergerak dengan bantuan flagella , tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif anaerob ;     -  Bakteri ini awalnya diketahui menginfeksi ikan cannel catfish ,  namun belakangan          diketahui   dapat menginfeksi jenis ikan lainnya seperti: lele, patin, dan sidat. - Secara percobaan, beberapa jenis ikan seperti trout, nila, salmon dan ikan hias juga dapat terinfeksi jenis bakteri ini; -    Penularan penyakit dapat secara horizontal yaitu kontak antara inang satu dengan inang lainnya atau melalui air pada media budidaya; -    Kasus ESC umumnya terjadi pada saat temperature air relatif hangat yaitu sekitar 22-28 0 C, namun pada saat suhu air dibawah 2...

Edwarsiellosis

Edwarsiellosis A.  Penyebab : Edwarsiella tarda B.  Karakteristik patogen : -    Edwardsiella tarda   berbentuk batang bengkok,  merupakan bakteri gram  negative, bakteri ini bergerak dengan bantuan flagella , tidak membentuk spora atau kapsul, bersifat fakultatif anaerob , dan mampu memproduksi H2S; -    Bakteri ini  bisa dijumpai pada lingkungan air tawar dan air laut, bakteri ini menginfeksi beberapa jenis ikan antara lain : salmon, catfish, mas, nila. Beberapa inang alamiah dapat  bertahan sebagai carrier; -    Penularan penyakit bisa terjadi secara horizontal yaitu menyebaran melalui kontak antara inang satu dengan inang lainnya atau melalui air; -  Kasus edwardsiellosis umumnya terjadi pada suhu air kolam yang relative tinggi (±30 0 C) dengan kandungan bahan organik yang terlarut dalam air cukup tinggi; -    Tingkat kematian ikan tergantung pada kondisi lingkungan, p...

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis A.  Penyebab : Pseudomonas spp. B.  Karakteristik patogen : -    Bakteri tergolong kepada bakteri gram negatif dan non-spora. Bakteri bersifat aerobik, dengan ukuran 3 µm x 0,5 µm, motil, memproduksi pigmen fluorescent, dan bakteri berkembangbiak di tanah dan air; -    Penyakit  pseudomoniasis   ini merupakan  penyakit bakterial yang sering terjadi  pada semua umur dan  jenis ikan, baik ikan air tawar maupun air laut; -     Pseudomonas ini merupakan agen penyakit yang berbahaya terutama pada ikan air tawar serta dapat berakibat kematian yang tinggi karena penyakit ini menular dalam waktu cepat bila kondisi perairan memungkinkan; -     Penyebaran penyakit  pseudomoniasis adalah melaui kontak langsung dengan ikan yang terkena penyakit atau dengan lingkungan yang tercemar;  - Serangan penyakit ini bisa terjadi bila ikan stres...

Mycobacteriosis/Fish TB

Mycobacteriosis/Fish TB A.   Penyebab : Mycobacterium marinum (air laut) dan M. fortuitum (air tawar) B.   Karakteristik patogen : -     Merupakan jenis bakteri gram positif, berbentuk batang pendek dan non-motil; -               Infeksi bakteri Mycobacterium terjadi umumnya pada ikan yang hidup di lingkungan dengan air yang  tenang/diam  ( stagnant ) jenis ikan seperti gurame dan cupang yang hidup pada kondisi air tenang  tersebut sering terinfeksi penyakit Mycobacteriosis; -     Untuk k olam tadah hujan dan kolam pekarangan dengan sumber air yang minim akan lebih rentan terhadap infeksi jenis penyakit ini; -     Ikan budidaya yang terinfeksi oleh Mycobacterium menunjukkan  tanda-tanda yang variatif, namun sering pula tidak menunjukkan gejala klinis sama sekali; -      S...